Home » » Pengaruh Cita Rasa Dan Kemasan Terhadap Volume Penjualan Arafit Gunadila Di Grong-Grong

Pengaruh Cita Rasa Dan Kemasan Terhadap Volume Penjualan Arafit Gunadila Di Grong-Grong

Pengaruh Cita Rasa Dan Kemasan Terhadap Volume Penjualan Arafit Gunadila Di Grong-Grong

Pengaruh Cita Rasa Dan Kemasan Terhadap Volume Penjualan Arafit Gunadila Di Grong-Grong

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Keberhasilan dan kegagalan suatu perusahaan merupakan kenyataan yang dapat dialami oleh suatu usaha. Dunia usaha berisi dengan persaingan, peluang, tantangan, kegairahan maupun kelesuan yang dapat menyebabkan naik turunnya suatu usaha. Oleh karena itu, sudah seharusnyalah seorang usahawan jeli dalam melihat suatu peluang dan memanfaatkannya, karena dunia usaha yang penuh tantangan dan kegairahan tidak selalu akan berakhir dengan membawa suatu kesuksesan. Dalam era globalisasi ini, persaingan tidak hanya terbatas secara lokal (daerah tertentu) dan nasional saja, namun sudah secara global, hal ini mengakibatkan semakin banyak variabel-variabel yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatu bisnis.

Rasa hanya akan dibuktikan oleh lidah. Sebelum sampai ke mulut, tak seorang pun bisa menjamin suatu makanan enak. Paling-paling hanya berdasarkan rekomendasi orang lain yang pernah mencicipinya atau dari bentuk, penampilan dan kemasannya. Ya, ketika tidak ada orang lain merekomendasikan enak tidaknya suatu makanan, maka bentuk dan warna makanan tersebut akan sangat membantu orang untuk ingin mencicipinya. Walaupun sesudah dimakan, mungkin rasanya tak seindah penampilannya.

Dalam bisnis jajanan seperti arafit, tampilan dan kemasan merupakan dua unsur penting agar produk yang dihasilkan mendapatkan pasar yang baik. Selain itu tentu saja higienis atau kebersihannya. Kebersihan produk, kebersihan tempat menjual dan juga kebersihan si penjual itu sendiri. Para pengusaha kecil jajanan di Aceh tak ada salahnya mencontoh bagaimana menampilkan jajanan agar terlihat menarik dan menggugah selera, mulai dari bentuk, warna hingga kemasannya. Meski jajanan yang sama, tetapi bila ditampilkan berbeda tentu akan lebih menarik bagi pembeli. Tentu saja rasa tetap yang nomor satu.Apalah artinya tampilan menarik kalau rasanya tak enak.

Pada dasarnya dengan semakin banyaknya pesaing maka semakin banyak pula pilihan bagi pelanggan untuk dapat memilih produk yang sesuai dengan apa yang menjadi harapannya. Sehingga konsekuensi dari perubahan tersebut adalah pelanggan lebih cermat dan pintar dalam menghadapi setiap produk yang diluncurkan di pasar. Masyarakat kini mulai berfikir selektif dan pintar dalam memilih suatu produk, sehingga mereka akan mendapatkan kegunaan atau manfaat yang mereka cari dari sebuah produk. Bahkan, terkadang mereka tidak ragu untuk mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan produk yang berkualitas. 

Menu makanan yang tersedia kadang kala tidak mempunyai bentuk yang menarik meskipun kandungan gizinya tinggi, dengan arti lain kualitas dari suatu produk makanan sangat ditentukan oleh tingkat kesukaan kosumen terhadap makanan tersebut. Umumnya pengolahan makanan selalu berusaha untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik. Kualitas makanan adalah keseluruhan sifat-sifat dari makanan tersebut yang berpengaruh terhadap konsumen.

Untuk dapat tercapainya tujuan yang diharapkan, diperlukan suatu cara agar kemasan produk dan produk yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan selera konsumen, dengan cara melakukan pengembangan produk dalam bentuk penciptaan produk baru, meningkatkan kualitas produk maupun peningkatan kualitas kemasan yang disesuaikan dengan selera, dan keinginan konsumen.

Dengan melakukan pengemasan produk yang baik dan disukai oleh konsumen yaitu kemasan yang dapat melindungi produk dari sinar matahari, benda tajam bahkan kemasan yang memenuhi sasaran keamanan dan kemanfaatan. Selain itu kemasan mempunyai daya tarik, sehingga dapat dijadikan alat promosi yang diharapkan dan dapat digunakan sebagai alat untuk menghadapi para pesaing, juga dapat mendongkrak volume penjualan, sehingga dapat memberikan dampak yang baik bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Keputusan mengenai pengemasan kebanyakan didasarkan dengan pertimbangan-pertimbangan biaya dan produksi. Akan tetapi pada masa sekarang ini, ada berbagai macam faktor yang telah memungkinkan meningkatkan kemakmuran konsumen berarti konsumen bersedia membayar lebih mahal untuk kenyamanan, penampilan, keandalan dan gengsi dari kemasan yang menarik, semakin banyaknya produk yang dijual secara swalayan di pasar serba toko-toko dan kesediaan pengecer untuk menjual produk dengan kemasan yang praktis saja.

Salah satu produk yang dikonsumsi oleh masyarakat di provinsi aceh adalah arafit, arafit merupakan makanan cemilan bagi para masyarakat Aceh terutama masyarakat di seputar kota Grong-Grong. Seperti di ketahui banyak produk arafit yang di jual dengan berbagai cita rasa dan kemasan.Hal tersebut akan memberikan pengaruh kepada konsumen dalam membeli atau mengkonsumsi arafit.

Sehubungan dengan uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengandalkan penelitian dengan mengambil judul “ Pengaruh Cita Rasa Dan Kemasan Terhadap Volume Penjualan Arafit Gunadila Di Grong-Grong ”  

1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini  adalah:
  1. Apakah Cita Rasa memberikan pengaruh terhadap volume penjualan Arafit Gunadila Di Grong-Grong?
  2. Apakah Kemasan memberikan pengaruh terhadap volume penjualan Arafit Gunadila Di Grong-Grong?

1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas, maka tujuan penelitian adalah :
  1. Untuk mengetahui pengaruh Cita Rasa terhadap volume penjualan Arafit Gunadila Di Grong-Grong?
  2. Untuk mengetahui pengaruh Kemasan terhadap volume penjualan Arafit Gunadila Di Grong-Grong?

1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang akan diperoleh dalam penelitian ini tentang Pengaruh cita rasa dan kemasan terhadap volume penjualan arafit gunadila di grong-grong antara lain adalah :
  1. Menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti tentang cita rasa dan kemasan terhadap volume penjualan.
  2. Bagi pemilik usaha dapat diketahuinya pengaruh cita rasa dan kemasan terhadap volume penjualan.
  3. Diharapkan hasil penelitian ini akan menjadi referensi bagi para penelitian selanjutnya.