Home » » Mengintip Kereta Imperial Tumpangan SBY: Toilet Kereta Layaknya di Hotel Berbintang

Mengintip Kereta Imperial Tumpangan SBY: Toilet Kereta Layaknya di Hotel Berbintang

Mengintip Kereta Imperial Tumpangan SBY: Toilet Kereta Layaknya di Hotel Berbintang

LIBURAN Presiden Indonesia ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta keluarga berakhir sudah. Usai berlibur di kawasan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, SBY memilih kembali ke Ibu Kota dengan menaiki gerbong imperial di Kereta Argo Lawu.

Seperti apa gerbong imperial yang dinaiki SBY dan keluarga, berikut penelusuran wartawan Tribunnews, Fahdi Fahlevi:
Sejumlah pria berambut cepak dengan baju batik mengawal kedatangan Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Ada yang berada di peron satu dan dua Stasiun Gambir. Ada pula yang bersiaga di depan pintu lift. Sementara yang lain berada di ujung peron.

Mereka merupakan tim Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres). Mereka bersiaga jelang kedatangan SBY sekitar pukul 16.30 WIB.

SBY dan keluarga kembali ke Ibu Kota usai menghabiskan liburan di Solo, Jawa Tengah.
Para Paspampres yang bersiaga langsung mengawal SBY setiba di Stasiun Gambir.
SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat ini disambut pejabat PT Kereta Api Indonesia dan PT Kereta Pariwisata Indonesia.

Pantauan Tribun, SBY ditemani Ani Yudhoyono, Agus Harimurty Yudhoyono, Annisa Pohan, Siti Rubi Aliya Rajasa dan besan Aulia Pohan.

Tidak terlihat tiga cucu SBY, yakni Almira Tunggadewi, Airlangga Satriadhi Yudhoyono dan Pancasakti Maharajasa. Edhie Baskoro Yudhoyono dan besan Hatta Rajasa.



Padahal, keduanya sempat ikut dalam rombongan SBY saat berada di Solo.
Tiba di Stasiun Gambir, SBY tampak mengenakan jaket bomber berwarna hitam. Sementara sang istri, Ani Yudhoyono memakai jaket kulit hitam dengan syal yang melingkar di leher.

Agus Harimurti tampak mengenakan jaket hitam dan celana cokelat. Sedangkan istrinya Annisa Pohan mengenakan kerudung putih bercorak yang dipadu padankan dengan baju hitam dan celana putih.
Melalui pintu Timur Stasiun Gambir, SBY dan Ani Yudhoyono memilih menaiki mobil Alphard dengan pelat nomor F 414 RI. Sementara Agus dan Annisa mengenakan mobil Alphard lainnya.

GM Marketing PT Kereta Pariwisata Indonesia, Parevin Marhaennianto menyebut, SBY dan keluarga memilih melakukan perjalanan Solo-Jakarta dengan menaiki gerbong imperial.

Saat menuju ke Solo, gerbang ini menempel di kereta Argo Dwipangga. Sementara saat kembali ke Jakarta, gerbang imperial berada di kereta Argo Lawu.

Parevin mengatakan, gerbong imperial merupakan gerbong kereta kelas premium. Sejumlah layanan eksklusif diberikan sepanjang perjalanan.

Selain gerbong imperial, ada pula gerbong lainnya yang terbilang premium antara lain Toraja, Bali, Nusantara, Priority, Jawa, dan Sumatera.

"Pak SBY sering menggunakan kereta Imperial. Mungkin karena sudah sepuh jadinya ingin yang bikin santai," ujar Parevin.

Tipe Imperial memiliki gerbong berwarna cokelat dengan gaya klasik. Di dalamnya terdapat tempat duduk abu-abu dengan bantal di bagian kepala.


Tipe ini memiliki 20 tempat duduk yang tersusun dua dan satu sebanyak tujuh baris.
Dibandingkan tempat duduk di tipe lain, tempat duduk pada kereta Imperial dapat diputar hingga 135 derajat, sehingga penumpang dapat duduk berhadap-hadapan.

Sandaran pada tempat duduk pada tipe Imperial juga dapat diturunkan. Sehingga penumpang bisa rebahan selama perjalanan.

"Pak SBY ini bisa dikatakan sering naik kereta Imperial. Hampir tiap bulan tergantung kebutuhannya mungkin," jelas Revin.

Kereta yang ditumpangi SBY ini memiliki fasilitas-fasilitas yang cukup banyak. Ada fasilitas audio set untuk karaoke didukung TV LCD.

Terdapat pula mini bar, bagi pengunjung yang ingin bersantai sambil menikmati minuman.
Terdapat pula toilet yang bersih, layaknya toilet hotel berbintang. Untuk tas pengunjung, disediakan bagasi atas dan bawah.

Fasilitas makan di tipe Imperial juga disediakan dalam konsep yang premium. Pengunjung dapat memesan makanan sesuai menu yang telah disediakan.

"Bisa makan All You Can Eat, jadi bisa pilih makanan sesuai yang mereka mau. Biasanya kami tawarkan dua kalau buat perjalanan jauh," ujar Trip Leader, Bela kepada Tribun.
Sesuai standar pelayanan perjalanan pagi yang diberikan kereta wisata, SBY dan keluarga mendapatkan coffee break dan cemilan basah sesampainya di kereta. Namun mereka bisa meminta makanan tersebut kapan saja.

Untuk menu makan siang, pengunjung bisa memesan sesuai selera. Menu pada kereta yang ditumpangi SBY di antaranya bakso, capcay, ikan kakap asam manis, ayam goreng, dan teriyaki. (fahdi fahlevi)

info http://www.tribunnews.com