Home » » Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penundaan Beasiswa BBM dan PPA pada Unigha

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penundaan Beasiswa BBM dan PPA pada Unigha

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penundaan Beasiswa BBM dan PPA pada Unigha

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penundaan Beasiswa BBM dan PPA pada Unigha
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Lembaga pendidikan merupakan salah satu organisasi yg bergerak di bidang pelayanan jasa. Salah satu target lembaga pendidikan merupakan pencapaian mutu pendidikan melalui tenaga pengajar. Berbagai program yg dirancang oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan diwilayah negaranya, seperti dukungan sarana dan prasarana pendidikan, hibah pembangunan, pemberian beasiswa kepada peserta didik sebagai pendukung lembaga pendidikan dalam menjalani aktivitasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus menggenjot laju perkembangan lembaga pendidikan, hal ini dibuktikan dng keseriusan pemerintah dalam menganggarkan keuangan dalam kapasitas besar untuk lembaga pendidikan dng langkah-langkah yg berbeda. Sebagai bukti keseriusan pemerintah dapat dilihat dng banyaknya program-program yg dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui jalur Kopertis dalam wilayah masing-masing menyusun program yg berorientasi pada kepentingan lembaga pendidikan.

Pemberian beasiswa merupakan salah satu program pemerintah melalui kopertis wilayah yg ditujukan kepada peserta didik dari tingkat Sekolah Dasar sampai dng Perguruan Tinggi. Program pemberian beasiswa adalah langkah strategis dari pemerintah dalam menunjang perkembangan pendidikan, dimana dng adanya program pemberian beasiswa kepada peserta didik maka akan berdampak pada pemerataan pendidikan untuk semua golongan masyarakat. Beasiswa merupakan sebuah langkah maju yg harus dipertahankan demi perkembangan generasi anak bangsa.

Permasalahan yg sering terjadi dalam menjalankan program beasiswa menjadi kendala pemerintah untuk menghasilkan kinerja yg baik. Oleh sebab itu, perlu keseriusan pemerintah dalam mengelola bawahannya. Permasalahan yg sering terjadi dalam mengelola beasiswa disebabkan kurang tepatnya alur beasiswa yg diberikan, seperti beasiswa diberikan kepada orang-orang yg mampu dan tidak terorganisir dng baik. Beasiswa sejatinya diberikan kepada golongan-golongan masyarakat yg kurang mampu dalam membiayai pendidikan bukan kepada golongan-golongan sebaliknya, hal inilah yg menjadi permasalahan dalam mengelola beasiwa secara keseluruhan.

Lembaga pendidikan juga merupakan salah satu permasalahan yg harus diperhatikan menyangkut tidak maksimalnya program dijalankan, dimana lembaga pendidikan yg menerima beasiswa juga harus bisa berkembangan dalam menjaga mutu pendidikan. Apabila lembaga tidak mampu mengembangkan mutu pendidikan, maka sia-sia beasiswa yg diperoleh. Begitu juga halnya dng masalah yg dihadapi Unigha yg merupakan tempat penulis melakukan penelitian.

Unigha merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta yg berada di Aceh tepatnya di Kabupaten Pidie. Unigha mempunyai beberapa fakultas adalah; Fkip, Ekonomi, Tehnik Informatika S1, DIII, Hukum, Fia dan Pertanian, Unigha didirikan pada tahun 1982, dibawah naungan Yayasan Kampus Jabal Ghafur. Kampus yg berlokasi di atas Gle Gapui seluas hampir 100 hektar itu terletak di kawasan Kabupaten Pidie, tepatnya antara Kecamatan Indrajaya dan Mila.

Pendiri Unigha ini adalah seorang putra Pidie bernama Nurdin Abdurrahman (almarhum), Beliau adalah rektor pertama dari Kampus ini. Kini Unigha mulai menatap masa depan dng tekad baru dan terus membenah diri untuk menjadi center of excellent dan menjawab tantangan baru menuju masa depan yg bermartabat, mempersiapkan generasi muda yg berakhlak mulia, bertanggung jawab kepada kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Unigha mempunyai visi dan misi adalah menjadikan Unigha sebagai salah satu Universitas Swasta terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menghasilkan lulusan yg berkualitas dan berdaya saing tinggi serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika. Sedangkan misi adalah (1) menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yg berkualitas untuk pengembangan Iptek dan  Imtaq, (2) menyelenggarakan dan menggembangkan budaya penelitian untuk menghasilkan produk penelitian yg berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat, (3) menyelenggarakan kerjasama international yg saling menguntungkan dalam rangka pencapaian pembagunan untuk menjadi universitas yg mandiri, (4) meningkatkan kualitas manajemen dan menyelenggarakan pelayanan melalui penerapan prinsip akuntabilitas, transparasi dan partisipasif yg bercirikan good governance, dan (5) menggalakkan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan tanggung jawab sosial yg besar.

Disamping itu Unigha juga mempunyai tujuan adalah; (1) menghasilkan lulusan yg beriman, bertaqwa, menguasai Ipteks, kreatif dan bertanggung jawab menuju terwujudnya masyarakat yg madani, (2) menguasai dan mengembangkan iptek melalui kegiatan penelitian yg relevan dng tujuan pembangunan nasional serta pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) akademik secara berdaya guna dan berhasil guna, (3) mewujudkan manajemen universitas yg terencana, produktif, efektif, efesien, akuntabel, transparan untuk mencapai kinerja universitas swasta yg unggul, (4) menghasilkan masyarakat akademik yg didukung oleh budaya ilmiah yg menjunjung tinggi kebenaran, terbuka, kritis, kreatif, inovatif, dan tanggap terhadap perubahan nasional maupun global, (5) meningkatkan mutu fasilitas, prasarana, sarana dan teknologi untuk mendukung terwujudnya visi universitas serta dapat mewujudkan suasana akademis yg sehat dan bermanfaat bagi masyarakat dan (6) memupuk dan menjalin kerjasama dng jajaran pemerintah, industri, dunia usaha dan perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri.

Pada saat itu Bapak Nurdin sedang belajar di Malaysia dan karena panggilan hati maka beliau memutuskan pulang ke Pidie untuk diangkat sebagai bupati. Salah satu program jangka pendek beliau adalah mencerdaskan masyarakat Pidie. Berbagai cara dilakukan untuk melobi tokoh- tokoh terutama tokoh-tokoh masyarakat Aceh di perantauan. Ternyata gagasan cemerlang beliau itu mendapat dukungan penuh dari tokoh-tokoh tersebut seperti Bustanil Arifin, Abdul Gafur, A.R. Ramly dan sejumlah pengusaha lainnya. Mereka bersedia menjadi donatur untuk mendukung rencana Pak Nurdin ini. Sambutan masyarakat pun luar biasa, bahkan setiap desa di Kabupaten Pidie ikut menyumbang dana untuk pembangunan perguruan tinggi itu, kemudian di bukit kapur tandus itu berdirilah sebuah kampus megah dng bangunan berbagai model seperti model gedung gaya Spanyol, Romawi dan rumoh Aceh. Sungguh luar biasa konsep bapak kami itu. Beliau mampu menyulap hutan menjadi sebuah sebuah kampus yg bisa dikatakan cukup megah pada saat itu, Berbagai kegiatan tingkat nasional bahkan internasional pernah diselenggarakan di kampus UNIGHA, tujuannya adalah untuk memperkenalkannya kemasyarat luas bahwa sebuah universitas telah lahir di Aceh.

Pada tahun 1986 pernah diadakan Pertemuan Sastrawan Indonesia-Malaysia-Singapura. Dalam pertemuan itu hadir Mochtar Lubis dan istrinya Halimah, Arifin C Noer dan istrinya Jajang, Taufiq Ismail dan istrinya Ati, Sutardji Calzoum Bachri, LK. Ara, Ibrahim Alfian, Hasballah, dan Ali Hasymi mantan Gubernur Aceh, penyair Poedjangga Baroe. Acara spektakuler lain yg pernah diadakan di kampus UNIGHA adalah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat internasional pun pernah diselengarakan. Berbagai seminar dan acara seremonial kampus yg dihadiri oleh para mentri terlihat lumrah dan sering diadakan dikampus yg diberi nama Universitas  Jabal Ghafur ini.

Namun sayg, kemegahan kampus itu harus terenggut oleh konflik antara GAM dan Republik Indonesia. Konflik yg terjadi telah merubah banyak gambaran Unigha. Karena alasan keamanan, akhirnya proses kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke sekolah-sekolah dan ruko-ruko di kota sigli dan sekitarnya. Tentulah kegiaatan belajar mengajar tidaklah lagi se-efektif dulu. Kondisi keadaan pada saat itu (konflik) yg dimana semua lini kehidupan masyarat Aceh khususnya masyarat pidie baik ekonomi, politik, keamanan, serta pendidikan lumpuh, maka imbas hal tersebut juga menghambat kelancaran proses belajar mengajar di Universiats Jabal Ghafur yg mana mobilitas para mahasiswa dan para dosen, apalagi dosen yg didatangkan dari Banda Aceh terhambat akibat situasi keamanan yg tidak kondusif.

Setelah beberapa tahun harus mengkondisikan proses belajar mengajar dng keadaan di Aceh, khususnya pidie pada saat itu, Unigha mencoba bangkit kembali, tepatnya setelah proses perdamaian di Aceh telah di sepakati oleh kedua pihak yg bertikai pada saat itu adalah: Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka. Kampus ini mencoba kembali untuk bangkit sedikit demi sedikit. Di mulai dng mengaktifkan kembali proses perkuliahan di kampus induk, tepatnya di Gle Gapui, namun tidaklah mudah mengubah Unigha menjadi seperti sedia kala, butuh proses dan waktu yg panjang agar kampus ini dapat berjalan seimbang lagi.

Terpilihnya Prof. Dr. B.I Ansari M.Pd pada awal januari 2011 sebagai Rektor Unigha (Unigha) Pidie agaknya memberikan sedikit pencerahan terhadap perbaikan UNIGHA baik dari segi mutu dan rekonstruksi pembangunan. Berbagai program dan kegiatan mulai terlihat.  Seperti kegiatan kemahasiswaan yg sebelumnya hanyalah simbol belaka, saat ini berangur-ansur mulai bangkit dng menyelenggarakan berbagai kegiatan. Lebih lanjut, masalah akreditasi yg dulunya menjadi pemicu serangkaian perdebatan dalam internal kampus sudah terselesaikan hingga tahap 80%. Beberapa sarana dan prasarana di kampus seperti mushalla, Gedung Juree, dan Leuguna sudah rampung di perbaiki. Transparansi dalam hal keuangan baik SPP dan dana kemahasiswaanpun telah terjawab. Diharapkan Unigha kedepan dapat merubah pandangan negatif masyarakat akhir-akhir ini, serta dapat mencetak insan akademik yg berkualitas. Yg paling penting adalah semua civitas akademika di kampus bahu membahu untuk menatap Jabal Ghafur yg lebih baik kedepannya.

Pada tahun 2016 Unigha yg dipimpin oleh Drs. Sulaiman Usman, M.Pd terus mengalami penurunan di bidang pengelolaan akademik, hal ini terlihat jelas dng menurunnya mutu pendidikan yg terjadi akibat konflik perebutan Jabatan Rektorat, dimana Unigha mengalami masalah terkait dng tidak adanya lagi beasiswa seperti tahun-tahun sebelumnya adalah Besiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) dan PPA. Hal ini sangat merugikan mahasiswa yg menempuh ilmu pendidikan di Unigha. Program Besiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) dan PPA merupakan program yg selama ini berjalan dng penuh keuntungan bagi mahasiswa dan juga sebagai motivasi mahasiwa dalam meningkatkan ilmu pengetahuannya.

Berdasarkan uraian permasalahan di atas, maka penulis tertarik meneliti tentang “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penundaan Beasiswa BBM dan PPA pada Unigha”.

B. Rumusan Masalah
Berpijak dari latar belakang permasalahan di atas, maka penulis dapat merumuskan  pertanyaan penelitian sebagai berikut:
  1. Bagaimana pengaruh konflik Rektorat terhadap Penundaan Beasiswa BBM dan PPA pada Unigha?
  2. Bagaimana pengaruh kepemimpinan terhadap Penundaan Beasiswa BBM dan PPA pada Unigha?
  3. Variabel manakah yg paling dominan berpengaruh terhadap Penundaan Beasiswa BBM dan PPA pada Unigha?

C. Tujuan Penelitian
Dari hasil penelitian ini hendaknya memiliki tujuan, adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui pengaruh konflik Rektorat terhadap Penundaan Beasiswa BBM dan PPA pada Unigha.
  2. Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap Penundaan Beasiswa BBM dan PPA pada Unigha.
  3. Untuk mengetahui variabel yg paling dominan berpengaruh terhadap Penundaan Beasiswa BBM dan PPA pada Unigha.

D. Manfaat  Penelitian
Manfaat yg hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Sebagai landasan penelitian yg akan datang, serta dapat menambah pengetahuan dan mengidentifikasi permasalahan serta dapat memberikan pemecahan masalah bagi masalah yg dihadapi.
2. Bagi Unigha
Sebagai sumber informasi bagi pihak Unigha dalam usaha meningkatkan mutu pendidikannya agar dapat memperoleh kembali beasiswa BBM dan PPA.
3. Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi penulis khususnya tentang ilmu ekonomi dibidang pengelolaan organisasi sehingga akan bermanfaat bagi peneliti selanjutnya.