Home » » Pedoman Format Penulisan Skripsi Fakultas Ekonomi Terbaru

Pedoman Format Penulisan Skripsi Fakultas Ekonomi Terbaru

Pedoman Format Penulisan Skripsi Fakultas Ekonomi Terbaru

Pedoman Format Penulisan Skripsi Fakultas Ekonomi Terbaru
Struktur penulisan Skripsi Fakultas Ekonomi, Program Studi Akuntansi untuk
jenjang Akademik Strata Satu terdiri dari:
A. Bagian Awal
Bagian Awal ini terdiri dari: 1. Halaman Judul
2. Lembar Pernyataan
3. Lembar Pengesahan
4. Abstract
5. Abstraksi
6. Halaman Kata Pengantar
7. Halaman Daftar Isi
8. Halaman Daftar Tabel
9. Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram,
Bagan, Peta dan sebagainya

B. Bagian Utama/Inti
Bagian tengah ini terdiri
dari:
1. Bab Pendahuluan
2. Bab Kajian Pustaka
3. Bab Metodologi Penelitian.
4. Bab Hasil dan Pembahasan
5. Bab Kesimpulan dan Saran

C. Bagian Akhir.
Bagian akhir terdiri dari:
1. Daftar Pustaka
2. Lampiran
Penjelasan secara terinci dari Struktur Penulisan Skripsi tersebut adalah sebagai berikut .
A. Bagian Awal.
Pada bagian ini berisi hal-hal yg berhubungan dengan penulisan skripsi yakni
sebagai berikut :
1. Halaman Judul
Ditulis sesuai dengan cover depan Penulisan Skripsi standar Universitas XXXXX.
2. Lembar Pernyataan
Yakni merupakan halaman yg berisi pernyataan bahwa penulisan skripsi ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain. Lembar Pengesyahan harus ditandatangani di atas Meterai Rp 6.000,-
3. Lembar Pengesahan
Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing, Daftar Nama Panitia Ujian yg terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing dan Kepala Bagian Sidang Sarjana.
4. Abstract
Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan Skripsi dengan maximal 1 halaman dengan satu (1) spasi dan ditulis dalam Bahasa Inggris.
5. Abstraksi
Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan Skripsi dengan maximal 1 halaman dengan satu (1) dan ditulis dalam Bahasa Indonesia.
6. Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yg ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan Skripsi (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, Pembimbing, Perusahaan, orang tua, dll).
6. Halaman Daftar Isi
Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram
B. Bagian Utama
1. Pendahuluan
Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yg meliputi antara lain:
a. Latar Belakang Masalah 
Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yg bersangkutan. Latar belakang merupakan landasan pemikiran secara garis besar, baik secara teoritis dan atau fakta serta pengamatan yg menimbulkan minat untuk dilakukan penelitian. Dengan demikian latar belakang masalah berfungsi sebagai informasi yg relevan untuk membantu pokok permasalahan, justifikasi (pembenaran) penelitian. Latar belakang sebaiknya berangkat dari hal yg bersifat umum kepada hal yg lebih khusus, sehingga setelah membaca latar belakang masalah, pembaca sudah dapat menduga pokok masalah yg akan diteliti.
b. Rumusan Masalah
Berisi masalah apa yg terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yg bersangkutan. Perumusan masalah adalah pernyataan tentang keadaan, fenomena dan atau konsep yg memerlukan pemecahan dan atau memerlukan jawaban melalui suatu penelitian dan pemikiran mendalam dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan alat-alat yg relevan. Perumusan penelitian harus diungkapkan secara jelas dan dapat diuji melalui pengumpulan data.
Perumusan masalah yg baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
(1) Mempunyai nilai penelitian dalam arti :
• Mempunyai nilai kejelasan sumber
• Sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat menyatakan hubungan
• Merupakan hal penting, patut untuk diteliti
• Memberikan implikasi untuk kemungkinan pengkajian secara empiris.
(2) Layak (feasible) untuk dilaksanakannya dalam arti didukung data primer dan atau data sekunder.
(3) Sesuai dengan bidang ilmu akuntansi.
Perumusan masalah dapat diungkapkan dalam bentuk pertanyaan atau dalam bentuk kalimat pernyataan yg mencirikan masalah yg akan diteliti dalam penelitian tersebut.
c. Batasan Masalah (apabila diperlukan)
Batasan dan asumsi-asumsi apa yg dipertimbangkan dalam penelitian tersebut juga harus dikemukakan dalam bagian ini. Sehinggan dapat memberikan batasan yg jelas pada bagian mana
dari persoalan atau masalah yg dikaji dan bagian mana yg tidak.
d. Tujuan Penelitian
Menggambarkan hasil-hasil apa yg bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yg diteliti.
e. Manfaat Penelitian
Dalam bagian ini disebutkan manfaat penelitian atau kontribusi apa yg diberikan dari hasil riset tersebut. Baik kontribusi dalam khasanah ilmu pengetahuan, penyelesaian operasional dan kebijakan. Manfaat dijelaskan secara rinci untuk pihak-pihak yg dimungkinkan mendapatkan manfaat dari hasil peneilitian, seperti:

  • Peneliti
  • Perusahaan Tempat Meneliti
  • Institusi Pendidikan
  • Kajian Pustaka

Kajian pustaka berisi kajian teori dan bahasan hasil-hasil penelitian sebelumnya yg mendukung penelitian saat ini. Kutipan-kutipan dalam kajian teori dan penelitian terkait harus ditulis secara benar sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah yg ada.
2.1. Kajian Teori
Dalam kajian teori ini dijabarkan teori dan argumentasi-argumentasi yg disusun sendiri oleh mahasiswa berdasar literatur-literatur yg mendukung, sebagai tuntunan untuk memecahkan masalah penelitian serta merumuskan hipotesis (apabila memakai hipotesis). Kajian teori dapat
berbentuk uraian kualitatif dan atau model yg langsung berkaitan dengan penelitiannya. Kajian teori menguraikan secara mendalam mengenai dasar-dasar teori yg terkait dalam penelitian, dan sejauh mana hubungan antar variabel secara teoritis.
2.2. Kajian Penelitian Terkait
Dalam bagian ini diuraikan secara sistematis tentang hasil-hasil penelitian yg didapat oleh peneliti terdahulu yg berhubungan dengan penelitian yg dilakukan pada saat ini. Penelitian terkait juga dapat digunakan unuk mencari gap permasalahan yg dapat dijadikan dasar dalam hubungannya dengan perumusan masalah penelitian. Penelitian terkait ini dapat digunakan sebagai justifikasi untuk pengambilan variabel-variabel penelitian yg tidak ada atau belum ditemukan dalam kajian teori. Penelitian terkait ini juga dapat digunakan sebagai bahan replikasi terhadap penelitian saat ini apabila penelitian terkait masih ada keterbatasannya. Keterbatasan tersebut mungkin masa lah penelitian tersebut belum terjawab, masih ada kontradiksi antara beberapa hasil penelitian.
Penelitian terkait ini juga dapat dilakukan penelitian yg sama tetapi diterapkan dalam dimensi waktu serta tempat yg berbeda. Fakta-fakta dan data yg dikemukakan sejauh mungkin diambil sesuai dengan sumber aslinya.
2.3. Kerangka Pemikiran Teoritis dan Kerangka Penelitian serta
Hipotesis (apabila diperlukan)
2.3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis
Kerangka pemikiran teoritis memuat konsep-konsep teoritis sebagai kerangka atau landasan untuk menjawab masalah penelitian. Pembahasan pada bagian ini difokuskan pada literatur-literatur yg membahas konsep teoritis yg relevan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Uraian dalam kerangka teoritis bertujuan untuk menguji hipotesis atau merumuskan suatu hipotesis. Apabila terdapat lebih dari satu hipotesis maka sebaiknya membahas landansan teori dalam beberapa tahap sesuai dengan jumlah hipotesis yg ada. Kerangka teoritis ini juga berisi uraian secara singkat hubungan antara variable yg ada dalam penelitian tersebut serta dasar-dasar justifikasi dari penelitian terkait yg digunakan. Selanjutnya diikuti gambar secara spesifik hubungan-hubungan antar variabel yg diturunkan dari kajian teori dan penelitian terkait yg terkait. Kerangka pemikiran teoritis mengarahkan peneliti menuju hipotesis yg hendak dirumuskan atau konsep yg hendak diuji atau dievaluasi.
2.3.2 Kerangka Penelitian (apabila diperlukan)
Digambarkan kerangka hubungan antar variable-variabel yg ada dalam penelitian tersebut.
2.4. Hipotesis (apabila diperlukan)
Berdasarkan kerangka pikir yg ada maka diturunkan kedalam suatu hipotesis. Hipotesis memuat pernyataan singkat yg disimpulkan dari kajian teori, kajian penelitian serta merupakan jawaban sementara terhadap masalah yg dihadapi. Oleh karena itu, hipotesis merupakan pernyataan yg masih harus dibuktikan kebenarannya secara empiris. Apabila suatu penelitian dipandang tidak membutuhkan hipotesis, maka bagian ini dapat dihilangkan dimana penelitian semacam ini biasanya berkaitan dengan kajian evaluatif atau deskriptif.

Metode Penelitian
Pada bagian ini diuraikan metode penelitian yg dipakai untuk menjawab masalah dan tujuan penelitian serta analisis terhadap hipotesis. Metode penelitian menjelaskan objek yg diteliti, cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yg ada. Bagian metode penelitian ini terdiri dari beberapa sub pokok bahasan, yaitu: (1) Obyek Penelitian (2) Populasi dan prosedur penentuan sampel; (3) Jenis dan sumber data; (4) Prosedur pengumpulan data; (5) Identifikasi variabel; (6) Difinisi Operasional dan Pengukuran Variable (yg bersifat kondisional tergantung jenis penelitian yg akan dilakukan); (7) Teknik analisis. Masing-masing sub pokok bahasan tersebut akan diuraikan dibawah ini.
3.1 Waktu, Lokasi dan Obyek Penelitan
Bagian ini menjelaskan obyek yg akan diteliti. Untuk penelitian studi kasus sub bab ini bisa diberi nama Objek Penelitian saja. Obyek yg diteliti ini dapat sekumpulan orang, instansi (perusahaan) dan lain-lain.
3.2 Populasi dan Prosedur Penentuan Sampel Populasi (apabila diperlukan)
Suatu penelitian dapat terdiri dari satu atau lebih objek penelitian. Apabila obyek penelitian tersebut sangat banyak maka peneliti perlu melakukan penarikan sample karena keterbatasan sumber daya seperti biaya dan waktu penelitian. Ada banyak cara/metode pengambilan sampel, antara lain: Random sampling (acak), Cluster Sampling, Purposive Sampling, Convinience Sampling dan lain-lain. Penggunaan metode-metode tersebut sangat tergantung dari jenis obyek (populasi) yg akan diteliti. Apabila anggota populasi sangat jelas maka sebaiknya digunakan metode random sampling karena metode ini paling baik untuk kondisi tersebut. Sebaliknya apabila anggota populasi tidak jelas maka sebaiknya digunakan metode yg lain.
3.3. Jenis dan Sumber Data
Sub bab ini berisi tentang jenis dan sumber data yg digunakan dalam penelitian. Sumber data dapat berasal dari data primer dan sekunder. Penelitian-penelitian pasar modal kebanyakan menggunakan data sekunder. Sedangkan data primer biasanya digunakan untuk penelitian-penelitian sifatnya survey lapangan.
3.4. Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data merupakan cara mengumpulkan data penelitian. Data penelitian dapat dikumpulkan melalui beberapa cara, antara lain:  pengiriman kuesioner, wawancara langsung, dokumentasi dan lain-lain. Tidak semua prosedur pengumpulan data ditulis disini tetapi tulislah yg digunakan dalam penelitian.
3.5. Identifikasi Variabel (apabila diperlukan)
Identifikasi variabel diperlukan untuk membedakan variabel-varaibel secara lebih spesifik, sehingga suatu konsep menjadi lebih jelas. Dengan demikian identifikasi variabel merupakan pengklasifikasian antara variabel dependen dan independen apabila ada. Identifikasi variabel ini juga bersifat kondisional tetapi tergantung jenis penelitiannya. Apabila jenis penelitian yg dilakukan itu sifatnya diskriptif maka biasanya tidak ada variabelnya sehingga sub bab tentang identifikasi variabel ini juga tidak perlu ada.
3.6. Definisi Operasional dan PengukuranVariabel (apabila diperlukan)
Definisi operasional variabel berkaitan dengan bagaimana variabel-variabel penelitian diopersionalisasikan sehingga variabel-variabel tersebut dapat dinilai dan diukur, bagaimana menilai dan mengukurnya serta insrumen apa yg dibutuhkan untuk menilai dan mengukurnya. Definisi operasional variabel menjabarkan suatu konstruk yg dapat dinilai menjadi suatu konsep
(variabel). Apabila suatu varaiabel mengandung berbagai dimensi, perlu dikemukakan item-item tertentu dari suatu dimensi dan bagaimana pengukurannya. Apabila jenis penelitian yg dilakukan itu sifatnya diskriptif maka biasanya tidak ada variabelnya. Oleh karena itu, difinisi operasional variabel ini juga tidak perlu. Jadi tidak semua proposal penelitian skripsi mesti harus ada bagian ini.
3.7. Teknik Analisis
Di dalam teknik analisis dijelaskan mengenai pengujian kualitas data dan pengujian hipotesis. Apabila sumber datanya primer maka harus dilakukan pengujian kualitas data (apabila diperlukan) tersebut melalui uji validitas dan reliabilitas. Apabila data tersebut memenuhi kedua jenis uji tersebut maka selanjutnya baru dilakukan analisis data dalam rangka untuk pengujian
hipotesis penelitian yg ada. Jenis alat analisis ini sangat tergantung pada masalah penelitian yg ada dan jenis datanya, apakah parametrik atau non parametrik. Apabila jenis datanya parametrik maka biasanya digunakan alat analisis yg juga parametrik (regresi, anova, dan lain-lain). Tetapi sebaliknya apabila jenis datanya non parametrik maka biasanya alat analisisnyapun juga non parametrik (contingencies, kruskal willis dan lain-lain). Sebaliknya apabila jenis datanya non parametrik maka alat analisisnya harus menggunakan non parametrik juga.

Hasil dan Pembahasan
Bada bab ini berisi 2 bagian utama yaitu hasil pengumpulan data dari objek yg diteliti dan pembahasan atas hasil pengumpulan data tersebut.
4.1 Hasil Pengumpulan Data
Bagian ini berisi penjelasan tentang data yg telah dikumpulkan dari objek penelitian yg terdiri atas:
4.1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Gambaran umum ini berisi kondisi perusahaan secara umum, mulai dari
sejarah singkat responden, jenis usaha, struktur organisasi dan lain-lain.
4.1.2 Data Penelitian
Data hasil penelitian berisi tentang uraian data yg telah berhasil
dikumpulkan dan akan analisis yg diambil dari perusahaan, misal data
pelaksanaan sistem informasi akuntansi, data produksi, data biaya, data
laporan keuangan dan lain-lain. Semua data yg masuk dalam sub bab ini
merupakan data yg diperlukan dalam rangka pelaksanaan analisis.
4.2 Pembahasan
Pada bagian ini terdiri atas 2 bagian yaitu analisis data dan pembahasan atas
analisis data tersebut.
4.2.1 Analisis Deskriptif (apabila diperlukan)
Analisis deskriptif biasanya digunakan dalam penelitian kualitatif namun juga banyak dipakai dalam penelitian kuantitatif. Analisis deskriptif dapat berupa deskripsi dalam bentuk tabel-tabel, deskripsi tentang fenomena sosial, dan sebagainya. Berikutnya, analisis inferensial cenderung digunakan dalam penelitian kuantitatif dengan menyaapabilan model-model analisa statistik untuk menguji hipotesis. Data yg dipakai dapat berupa data kuantitatif maupun data kualitatif, yg pada umumnya dikuantifikasi misalnya dalam bentuk skala nominal, ordinal, dan interval.
4.2.2 Pembahasan
Bagian ini menguraikan secara lebih mendalam mengenai analisis penelitian yg telah dilakukan. Di samping itu, juga harus mampu menjawab secara ilmiah tujuan atau permasalahn yg diajukan dalam skripsi. Apabila ada uji hipotesis maka pembahsan ini berisi tentang interpretasi dari pada hasil uji analisis tersebut. Sedangkan apabila tidak ada hipotesis, maka sub bab ini berisi tentang pembahasan/atau dilakukan analisis data. Analisis data ini berdasarkan data-data yg telah disaapabilan dalam profie responden sebelumnya dibandingkan dengan dasar-dasar teori yg telah disaapabilan dalam Kajian pustaka.

Kesimpulan (dan Saran)
Bab ini terdiri atas Kesimpulan dan Saran.
5.1. Kesimpulan
Kesimpulan merupakan uraian secara ringkas dan jelas yg diambil dari bagian pembahasan. Kesimpulan juga dapat diartikan sebagai jawaban dari permasalahan yg diangkat dalam skripsi.
5.2. Saran
Saran dapat diberikan kepada pembaca skripsi dan perusahaan sebagai obyek penelitian. Saran bagi pembaca diberikan untuk tujuan riset yg akan datang dan dapat diambil berdasarkan implikasi dari keterbatasan dari penelitian yg ada saat ini. Sedangkan bagi perusahaan, saran tersebut diberikan berdasarkan hasil analisis data perusahaan dan tujuannya untuk perbaikan kinerja perusahaan.

Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yg digunakan dalam penulisan, dengan jumlah minimal 20 sumber referensi.
.
- Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhi tungan, grafik atau tabel, yg merupakan penjelasan rinci dari apa yg disaapabilan di bagian-bagian terkait sebelumnya.
Pedoman Penulisan Skripsi, Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi - Universitas XXXXX - 14

TEKNIK PENULISAN
1. Penomoran Bab serta subbab
- Bab dinomori dengan menggunakan angka romawi.
- Subbab dinomori dengan menggunakan angka latin dengan mengacu pada nomor bab/subbab dimana bagian ini terdapat.
II ………. (Judul Bab)
2.1 ………………..(Judul Subbab)
2.2 ………………..(Judul Subbab)
2.2.1 ………………(Judul Sub-Subbab)
- Penulisan nomor dan judul bab di tengah dengan huruf besar, ukuran font 14, tebal.
- Penulisan nomor dan judul subbab dimulai dari kiri, dimulai dengan huruf besar, ukuran font 12, tebal.
2. Penomoran Halaman

  • Bagian Awal, nomor halaman ditulis dengan angka romawi huruf kecil (i,ii,iii,iv,…).Posisi di tengah bawah (2 cm dari bawah). Khusus untuk lembar judul dan lembar pengesahan, nomor halaman tidak perlu diketik, tapi tetap dihitung.
  • Bagian Pokok, nomor halaman ditulis dengan angka latin. Halaman pertama dari bab pertama adalah halaman nomor satu. Peletakan nomor halaman untuk setiap awal bab di bagian bawah tengah, sedangkan halaman lainnya di pojok kanan atas.
  • Bagian akhir, nomor halaman ditulis di bagian bawah tengah dengan angka latin dan merupakan kelanjutan dari penomoran pada bagian pokok.

3. Judul dan Nomor Gambar / Grafik / Tabel

  • Judul gambar / grafik diketik di bagian bawah tengah dari gambar. Apabila ada sumber, ditulis di bawah judul.
  • Judul tabel diketik di sebelah atas tengah dari tabel. Apabila ada sumber ditulis di bawah table bagian pojok kiri
  • Penomoran tergantung pada bab yg bersangkutan, contoh : Gambar 3.1 berarti gambar pertama yg aga di bab III.

4. Penulisan Daftar Pustaka

  • Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan ilmiah.
  • Ditulis menurut kutipan-kutipan
  • Ditulis secara berurut berdasarkan alfabetik berdasarkan nama penulis referensi/pustaka
  • Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan.
  • Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu : nama depan + nama keluarga
  • Gelar tidak perlu disebutkan.
  • Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi, tetapi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
  • Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama saja dengan tambahan ‘et al’.
  • Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yg secara umum memiliki urutan sebagai berikut : Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi,, Nama Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.
  • Tahun terbit disarankan minimal tahun 10 tahun terakhir Satu Pengarang

1. Budiono. 2012. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta : Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.
2. Friedman. 2010. M. Capitalism and Freedom. Chicago : University of Chicago Press.
Dua Pengarang
1. Cohen, Moris R., and Ernest Nagel. 2000. An Introduction to Logic and Scientific Method. New york: Harcourt
2. Nasoetion, A. H., dan Barizi. 2010. Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia
Tiga Pengarang
1. Heidjrahman R., Sukanto R., dan Irawan. 2010. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
2. Nelson, R.., P. Schultz, and R. Slighton. 2013. Structural change in a Developing Economy. Princeton: Princeton University Press. Lebih dari Tiga Pengarang
1. Barlow, R. et al. 2014. Economics Behavior of the Affluent. Washington D.C.: The Brooking Institution.
2. Sukanto R. et al. 2012. Business Frocasting. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM. Pengarang Sama
1. Djarwanto Ps. 2013. Statistik Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
2. ____________. 2014. Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM. Tanpa Pengarang
1. Author’s Guide. 2013. Englewood Cliffs, N.J. : Prentice Hall.
2. Interview Manual. 2013. Ann Arbor, MI: Institute for Social Research, Universiy of Michigan.
Buku Terjemahan, Saduran atau Suntingan.
1. Herman Wibowo (Penterjemah). 2013. Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Erlangga.
2. Karyadi dan Sri Suwarni (Penyadur). 2008. Marketing Management. Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.
Buku Jurnal atau Buletin
1. Insukindro dan Aliman, 1999. “Pemilihan dan Bentuk Fungsi Empirik : Studi Kasus Permintaan Uang Kartal Riil di Indonesia”, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 14, No. 4:49-61.
2. Granger, C.W.J., 1986. “Developments in the Study of Co-integrated Economic Variables”, Oxford Bulletin of Economics and Statistics, Vol.48 : 215-226.