Home » » Pengaruh Kebutuhan Aktualisasi Diri, Penghargaan dan Kebutuhan Sosial Tehadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Sigli

Pengaruh Kebutuhan Aktualisasi Diri, Penghargaan dan Kebutuhan Sosial Tehadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Sigli

Pengaruh Kebutuhan Aktualisasi Diri, Penghargaan dan Kebutuhan Sosial Tehadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Sigli

Pengaruh Kebutuhan Aktualisasi Diri, Penghargaan dan Kebutuhan Sosial Tehadap Prestasi Kerja Karyawan
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Menghadapi arus globalisasi perusahaan harus memiliki manajemen yg baik  agar  siap  dan  mampu  bersaing  dengan perusahaan lainnya. Perusahaan juga harus memanfaatkan semaksimal mungkin sumber daya yg ada agar dapat bertahan dalam persaingan global. Meskipun terdapat berbagai sumber daya dalam perusahaan, sumber daya manusia merupakan satu-satunya keunggulan kompetitif suatu perusahaan. Untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan yg berkesinambungan maka diperlukan manajemen sumber daya yg baik dan terprogram, maka peran sumber daya manusia sangat berpengaruh besar terhadap perusahaan.

Potensi sumber daya manusia (SDM) harus dapat dikelola sebaik mungkin agar dapat memberikan output yg optimal. Oleh karena itu sebuah perusahaan harus memikirkan cara yg dapat dilakukan untuk mengembangkan karyawannya agar dapat mendorong kemajuan perusahaan dan bagaimana cara agar karyawan tersebut memiliki produktivitas yg tinggi.
Sebagaimana diungkapkan Gitosudarmo (2008: 333) bahwa keberhasilan  suatu tujuan perusahaan sangat dipengaruhi oleh suatu upaya yg dilakukan manajer sebagai pengelola organisasi terhadap SDM secara keseluruhan yg ada dan bekerja di organisasi yg dipimpinnya. Keberhasilan dalam mengelola melalui pengaruh terhadap SDM merupakan kunci keberhasilan manajemen suatu organisasi maupun perusahaan.

Pemenuhan kebutuhan akan aktualisasi diri merupakan tingkat kebutuhan yg tertinggi dari teori Maslow. Ketika seseorang telah tercukupi dalam ke-4 kebutuhan di bawahnya maka ia pun akan membutuhkan aktualiasi diri dimana ia diakui sebagai   seseorang   yg   memiliki   kontribusi   penting   atas   sebuah perusahaan. Kebutuhan  aktualisasi diri akan menimbulkan kepuasan tersendiri dari individu tersebut. Kebutuhan akan kepuasan diri meliputi; kebutuhan untuk mewujudkan diri yaitu mengenai nilai dan kepuasan yg di dapat dari sebuah pekerjaan (Hariandja, 2006: 327).

Penghargaan adalah ganjaran yg diberikan untuk memotivasi para karyawan agar produktivitasnya tinggi (Tohardi, 2005: 317). Penghargaan adalah insentif yg mengaitkan bayaran atas dasar untuk dapat meningkatkan produktivitas para karyawan guna mencapai keunggulan yg kompetitif (Simamora, 2006: 514). Penghargaan adalah reward dalam bentuk uang yg diberikan kepada mereka yg dapat bekerja melampaui standar yg telah ditentukan (Mahmudi, 2005: 89).

Suatu penghargaan adalah imbalan yg diberikan dalam bentuk material dan non material yg diberikan oleh pihak perusahaan kepada karyawannya agar mereka  dapat  bekerja  dengan  motivasi  yg  tinggi  dan  berprestasi  dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan, dengan kata lain pemberian penghargaan dimaksudkan untuk meningkatkan produktivits dan mempertahankan karyawan yg berprestasi agar tetap berada dalam perusahaan.

Kebutuhan sosial merupakan kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain dalam hidup bermasyarakat, bekerja dan rasa ingin dihormati. Seseorang yg berada dalam sebuah kelompok memerlukan rasa ingin diterima, dihormati  oleh orang-orang yg berada di sekitarnya. Manusia dalam usaha pemenuhan kebutuhan hidupnya selalu berusaha mencari yg terbaik. Sebagai makhluk sosial, dalam usaha pemenuhan kebutuhan hidupnya tadi manusia selalu memerlukan pihak lain. Seseorang manusai tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Kebutuhan manusia sendiri jika ditinjau dari segi tingkatan kepentingannya dibagi menjadi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.

Hierarki kebutuhan manusia mengatur kebutuhan dasar dalam lima tingkatan prioritas. Tingkatan yg paling dasar, atau yg pertama meliputi kebutuhan fisiologis seperti: udara, air dan makanan. Tingkatan yg kedua meliputi kebutuhan keselamatan dan keamanan, yg melibatkan keamanan fisik dan psikologis. Tingkatan yg ketiga mencakup kebutuhan cinta dan rasa memiliki, termasuk persahabatan, hubungan sosial dan cinta seksual. Tingkatan yg keempat meliputi kebutuhan rasa berharga dan harga diri, yg melibatkan percaya diri, merasa berguna, penerimaan dan kepuasan diri. Tingkatan yg terakhir adalah kebutuhan aktualisasi diri.

Prestasi kerja karyawan merupakan salah satu indikator keberhasilan operasi perusahaan dalam pencapaian tujuannya. Salah satu usaha yg tepat untuk dilakukan agar mereka mau bekerja dengan giat adalah memberikan pengakuan (aktualisasi) yakni diakui sebagai seseorang yg memiliki kontribusi penting atas  sebuah perusahaan, penghargaan dan kebutuhan sosial.
Timbulnya  prestasi dipengaruhi oleh beberapa faktor pendorong, baik yg  berasal  dari  luar  individu  maupun dari  dalam individu. Daya perangsang, daya pendorong, motivasi yg mendorong karyawan untuk mau ikut bekerja dengan giat berbeda antara karyawan satu dengan lainnya. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan motif, tujuan, dan kebutuhan dari masing-masing karyawan  untuk    bekerja.  Untuk  itu  kebutuhan  karyawan  baik  yg  bersifat material maupun non materiil hendaknya dipenuhi sesuai dengan harapannya apabila prestasi kerja karyawan diharapkan tinggi.

Melihat akan pentingnya pengaruh kebutuhan aktualisasi diri, penghargaan dan kebutuhan sosial terhadap prestasi kerja karyawan, maka sudah sepatutnya kebutuhan aktualisasi diri, penghargaan dan kebutuhan sosial diberikan kepada setiap organisasi, baik organisasi swasta maupun organisasi pemerintah, sehingga pemberian kebutuhan aktualisasi diri, penghargaan dan kebutuhan sosial adalah mutlak diberikan pada karyawan dalam berprestasi yg pada akhirnya akan memperlancar tugas-tugas perusahaan.

Bertitik tolak dari pandangan di atas yg menyatakan kebutuhan aktualisasi diri, penghargaan dan kebutuhan sosial mempunyai hubungan terhadap prestasi kerja karyawan, maka peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh kebutuhan aktualisasi diri, penghargaan dan kebutuhan sosial terhadap prestasi kerja karyawan.

PT. Pegadaian (Persero) cabang Sigli merupakan salah satu BUMN lembaga formal yg bergerak di bidang pembiayaan dengan pelayanan kredit atas dasar hukum gadai dan telah banyak menyalurkan kredit terhadap masyarakat kota sigli khusunya maupun masyarakat di Kabupaten Pidie pada umumnya. Adapun pelayanan yg dilakukan di Pegadaian (Persero) berupa pelayanan umum kepada masyarakat yg membutuhkan pinjaman uang atas dasar hukum gadai. Pelayanan yg dimaksudkan sebagai berikut :
  • Pelayanan gadai barang.
  • Pelayanan bayar sewa mobil (bunga)
  • Pelayanan tebus barang gadai
  • Pelayanan lelang barang gadai.
Keempat tugas pokok tersebut merupakan usaha poko Perum Pegadaian (Persero). Akan tetapi juga mengadakan diversivikasi usaha lain seperti pelayana jasa taksiran, jasa titipan, toko emas (gold center) serta pelayanan koin emas ONH. Sesuai dengan pedoman operasional Pegadaian (Persero) (1999) menyebutkan bahwa tugas pokok Perum Pegadaian (Persero) adalah menyalurkan uang pinjaman atas dasar hukum Gadai dan usaha lain yg berhubungan dengan tujuan perusahaan atas persetujuan Menteri Keuangan.

Adapun objek yg peneliti pilih adalah PT. Pegadaian (Persero) cabang Sigli yg memiliki karyawan sebanyak 32 orang. PT Pegadaian (Persero) memberikan kebutuhan aktualisasi diri, penghargaan dan kebutuhan sosial kepada  para karyawannya, yaitu penempatan kayawan sesuai dengan kemampuan. Sedangkan untuk meningkatkan  motivasi  para karyawan dengan memberikan penghargaan dan pemberian kebutuhan sosial lainnya berupa upah/gaji yg  diberikan setiap bulannya, rasa aman dalam melakukan pekerjaan yg ditugaskan kepada para karyawan dan mutu  hubungan  personal.

Dengan adanya kebutuhan aktualisasi diri, penghargaan dan kebutuhan sosial yg diberikan kepada para karyawan pihak PT. Pegadaian (Persero) mengharapkan para karyawan dapat menunjukkan prestasi kerja yg baik.

PT. Pegadaian (Persero) Cabang Sigli melakukan beberapa cara untuk meningkatkan prestasi kerja karyawannya seperti melakukan rapat setiap hari Senin untuk mengetahui program kerja yg akan dijalankan karyawan agar dapat meningkatkan jumlah nasabah pada minggu ini dan apa hasil dari program kerja yg telah dijalankan minggu sebelumnya. Untuk dapat bersaing dengan industri yg sejenis lainnya, perusahaan harus mempunyai keunggulan kompetitif yg sangat sulit ditiru, yg hanya akan diperoleh dari karyawan yg produktif, inovatif, kreatif dan selalu bersemangat dan loyal. Salah satu yg memenuhi kriteria seperti itu hanya akan dimiliki melalui penerapan konsep dan teknik manajemen sumber daya manusia yg tepat dengan lingkungan kerja yg mendukung.

Dengan meningkatkan komitmen perusahaan dan melibatkan karyawan dalam kegiatan organisasi maka hal ini akan dapat mengurangi adanya turn over dan absenteeime. Di samping itu, efek lain dari pemberian aktualisasi diri,penghargaan dan kebutuhan sosial karyawan terhadap pekerjaannya adalah dampak psikologis terhadap karyawan dan mengikat karyawan agar merasa bertanggung jawab terhadap kemajuan perusahaan atau dengan kata lain, mempunyai komitmen serta job involvement yg rendah terhadap perusahaan.

Keadaan ini menjadikan sumberdaya manusia sebagai aset yg harus ditingkatkan efisiensi dan produktivitasnya. Untuk mencapai hal tersebut, maka  perusahaan harus mampu menciptakan kondisi yg dapat mendorong dan memungkinkan karyawan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan serta ketrampilan yg dimiliki secara optimal.

Setiap organisasi berkepentingan terhadap kinerja terbaik yg mampu dihasilkan oleh rangkaian sistem yg berlaku dalam organisasi tersebut. Manajemen sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci untuk mendapatkan kinerja terbaik, karena selain menangani masalah ketrampilan dan keahlian, manajemen SDM juga berkewajiban membangun perilaku kondusif karyawan untuk mendapatkan kinerja terbaik.

Tekanan persaingan dalam dunia bisnis menuntut perusahaan untuk memikirkan bagaimana cara perusahaan beradaptasi dengan lingkungan yg senantiasa berubah. Perusahaan beradaptasi dengan lingkungannya dalam artian perusahaan harus melakukan lingkungan dalam organisasinya yg sesuai dengan lingkungan administratif perusahaan. Bentuk adaptasi lainnya adalah kebutuhan aktualisasi diri, penghargaan dan kebutuhan sosial. Seiring dengan berubahnya komposisi dari tenaga kerja, berubah pula nilai-nilai kolektif, tujuan dan kebutuhan SDM. Perusahaan harus memonitor perubahan kebutuhan tersebut jika mereka ingin memertahankan tenaga kerja yg produktif.

Pada dasarnya kinerja karyawan merupakan hasil proses yg kompleks, baik berasal dari diri pribadi karyawan (internal factor) maupun upaya strategis dari perusahaan. Faktor-faktor internal yg memengaruhi kinerja misalnya motivasi, tujuan, harapan dan lain-lain, sementara contoh faktor eksternal yg memengaruhi kinerja adalah lingkungan fisik dan non fisik perusahaan. Kinerja yg baik tentu saja merupakan harapan bagi semua perusahaan dan institusi yg memekerjakan karyawan, sebab kinerja karyawan ini pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Dalam upaya memberdayakan karyawan dan pengembangan karyawan, pihak manajerial berupaya melakukan tugas fungsinya melalui planning, organizing, staffing, directing dan controlling dengan tujuan agar bisa mencapai sasaran (Hasibuan, 2005:10). Mengelola dengan menyediakan sarana dan prasarana dalam rangka mewujudkan lingkungan kerja dan iklim kerja yg kondusif diharapkan bisa mendorong karyawan selalu berinovasi dan berkreasi termasuk membuat sistem yg fair dan struktur yg fleksibel dengan pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab yg jelas dan manusiawi dengan memerhatikan kemampuan karyawan dan usahanya dalam mencapai tujuan karirnya.

Berdasarkan keterangan di atas penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Kebutuhan Aktualisasi Diri, Penghargaan dan Kebutuhan Sosial Tehadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Sigli”.

Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permaslahan yg akan diteliti yaitu
  • Bagaimanakah pengaruh kebutuhan aktualisasi diri terhadap prestasi kerja karyawan pada kantor PT. Pegadaian (Persero) Cabang Sigli, 
  • Bagaimanakah pengaruh penghargaan terhadap prestasi kerja karyawan pada kantor PT. Pegadaian (Persero) Cabang Sigli
  • Bagaimanakah pengaruh kebutuhan sosial terhadap prestasi kerja karyawan pada kantor PT. Pegadaian (Persero) Cabang Sigli.
  • Di antara variabel kebutuhan aktualisasi diri, penghargaan dan kebutuhan sosial, manakah variabel yg berpengaruh paling dominan terhadap prestasi kerja karyawan pada kantor PT. Pegadaian (Persero) Cabang Sigli.

Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah yg diuraikankan di atas, Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui :
  • Pengaruh kebutuhan aktualisasi diri terhadap prestasi kerja karyawan pada kantor PT. Pegadaian (Persero) Cabang Sigli, 
  • Pengaruh penghargaan terhadap prestasi kerja karyawan pada kantor PT. Pegadaian (Persero) Cabang Sigli
  • Pengaruh kebutuhan sosial terhadap prestasi kerja karyawan pada kantor PT. Pegadaian (Persero) Cabang Sigli.
  • Manakah dari variabel kebutuhan aktualisasi diri, penghargaan dan kebutuhan sosial yg berpengaruh paling dominan terhadap prestasi kerja karyawan pada kantor PT. Pegadaian (Persero) Cabang Sigli.

Manfaat Penulisan
  • Bagi Perusahaan: Penulisan ini diharapkan dapat memberikan pengembangan ilmu pengetahuan, menambah referensi pada masa yg akan datang. Serta dengan adanya penelitian ini dapat memberi masukan guna meningkatkan prestasi kerja karyawan pada periode yg akan datang.
  • Bagi Penulis: Penulisan ini diharapkan dapat menambah wawasan, pengalaman dan pengetahuan tentang aktualisasi diri, penghargaan, kebutuhan sosial dan prestasi kerja karyawan.