Home » » Pengaruh Stres Kerja Dan Konflik Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan di Lingkungan Universitas Jabal Ghafur

Pengaruh Stres Kerja Dan Konflik Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan di Lingkungan Universitas Jabal Ghafur

Pengaruh Stres Kerja Dan Konflik Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan di Lingkungan Universitas Jabal Ghafur

Pengaruh Stres Kerja Dan Konflik Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Penelitian
Kekayaan yang paling utama bagi setiap bangsa adalah sumber daya manusia. Nuansa pembangunan  di masa mendatang terletak pada pembangunan sumber daya manusia, dimana filosofi pembangunan bangsa sudah lama menempatkan manusia sebagai subyek pembangunan bukan objek pembangunan. Berpangkal pada peran sumber daya manusia yang sangat penting bagi perkembangan perusahaan, menjaga dan meningkatkan peran aktif karyawan dalam pengoprasian perusahaan  sebagai team pelaksana, semuanya memang kembali kepada keseriusan pihak manager  dalam mengantisipasi maupun mencari solusi permasalahan atas berbagai permasalahan yang menimpa karyawan.

Manajemen sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur dan memanfaatkan karyawan sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. Tenaga kerja atau karyawan merupakan sumber daya manusia yang sangat penting dalam suatu perusahaan, karena tanpa karyawan perusahaan tidak akan berjalan dengan baik. Karyawan adalah sebagai modal utama bagi perusahaan. Sebagai modal, karyawan perlu di kelola agar tetap produktif. Tetapi dalam pengelolaannya bukanlah hal yang mudah, karena karyawan mempunyai pikiran, status serta latar belakang hetrogen. Oleh sebab itu pimpinan perusahaan harus bisa mendorong mereka agar tetap produktif dalam mengerjakan tugasnya masing-masing, dengan cara terus menerus meningkat semangat kerja karyawannya. Sehingga perusahaan dapat mempertahankan loyalitas karyawan guna untuk mencapai tujuan perusahaan.
Semangat kerja dapat diartikan sebagai suatu iklim atau suasana kerja yang terdapat dalam suatu organisasi yang menunjukkan rasa kegairahan di dalam melaksanakan pekerjaan yang mendorong mereka untuk bekerja lebih baik dan lebih produktif.

Semangat kerja merupakan hal penting yang harus di jalani oleh setiap karyawan di perusahaan manapun karena semangat kerja menggambarkan perasaan senang individu atau kelompok yang mendalam dan puas terhadap kebijakan, karir, kondisi kerja, kerja sama, dan lingkungan kerja serta mendorong mereka untuk bekerja secara lebih baik dan produktif. Adapun ciri-ciri dari turunnya semangat kerja yaitu turunnya kedisiplinan kerja, tingkat ketelitian kerja yang rendah, kegairahan kerja yang menurun, tidak atau berkurangnya kerajinan kerja.

Salah satu penyebab turunnya semangat kerja karyawan adalah konflik kerja. Konflik kerja adalah ketidak sesuaian antara dua atau lebih anggota atau kelompok dalam suatu perusahaan karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, niali atau persepsi. Selain itu konflik diartikan sebagai perbedaan, pertentangan dan perselisihan, konflik yang bertentangan dengan tujuan kelompok di sebut konflik disfungsional. Adapun konflik kerja yang sifat disfungsional yaitu, mendominasi diskusi, tidak senang berkerja dalam kelompok, benturan kepribadian, perselisihan antar individu dan ketegangan.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa orang karyawan Universitas Jabal Ghafur, konflik yang dominan terjadi di Universitas Jabal Ghafur adalah konflik dualisme kepemimpinan dan konflik antara rekan sekerja yaitu kurang adanya rasa saling mendukung dalam mengerjakan pekerjaan sebagai team, di samping itu sifat saling menjatuhkan antara karyawan satu dan karyawan lainnya demi menguatkan posisinya di depan pimpinan.
Stres adalah salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi kerja karyawan dengan konsekuwensi diberikan dapat berperan positif maupun negatif tentunya akan mengurangi produktifitas perusahaan dalam mencapai pendapatan maksimal melalui prestasi kerja individual, stres muncul dari berbagai penyebab yang dapat timbul dari dalam dan luar perusahaan. Lama dan intensitas tersebut sangat tergantung pada seberapa lama penyebab berlangsung, seberapa besar kekuatannya, dan seberapa besar kemampuan karyawan tersebut menghadapinya.

Stres yang terjadi pada karyawan sering mengakibatkan kinerja karyawan tersebut mengalami penurunan atau kata lain kinerja yang tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan seperti dengan adanya gangguan transportasi atau keterlambatan distribusi bahan kebutuhan pokok, ini akan membuat kinerja karyawan akan menurun terlihat pada tingkat kehadiran, ketetapan waktu,dalam menyelesaikan tugas atau jangka waktu yang harus diselesaikan, tanggung jawab serta pemahaman terhadap tugas yang diberikan atau lain sebagainya. Sehingga memiliki polemik baru dalam karyawan tersebut, karena setiap individu memiliki andil terhadap keberhasilan perusahaan.

Adapun salah satu faktor yang tidak boleh diabaikan dalam meningkatkan semangat kerja karyawan adalah suatu keadaan yang sering dialami oleh setiap karyawan dalam berperilaku kurang normal atau tidak stabil atau dengan istilah lain adalah stres.

Keadaan yang dialami oleh setiap karyawan akan mempengaruhi semangat kerja karyawan menurun, dimana dalam hal ini karyawan melaksanakan pekerjaannya kurang bersungguh-sungguh karena semangat kerja yang menurun berarti kesenangan yang mendalam terhadap perusahaan tidak timbul di dalam sanubari karyawan. Keadaan ini semua dapat ditandai dengan tingginya tingkat absensi yang terjadi, kurang disiplinnya mereka dalam berkerja, mudah marah/emosional, tidak ada kemampuan mereka dalam menyelesaikan pekerjaan dengan tepat dan benar dan lain-lain.

Universitas Jabal Ghafur merupakan salah satu Universitas Swasta terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika. Menguasai dan mengembangkan iptek melalui kegiatan penelitian yang relevan dengan tujuan pembangunan nasional serta pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) akademik secara berdaya guna dan berhasil guna. Universitas ini mempunyai 42 orang karyawan, yang terbagi kepada masing-masing jabatan kerja. Untuk melihat tugas masing-masing karyawan berdasarkan jabatannya masing-masing dapat di lihat pada Tabel 1-1 berikut ini yaitu :

Tabel 1.1: Jumlah Karyawan Menurut Jabatan pada Universitas Jabal Ghafur
Pengaruh Stres Kerja Dan Konflik Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan di Lingkungan Universitas Jabal Ghafur
Sumber : Universitas Jabal Ghafur, 2015

Adapun dari permasalahan yang di uraikan diatas, maka dapat terlihat para karyawan di Universitas Jabal Ghafur selalu mengalami stres didalam melakukan pekerjaannya, dan konflik kerja yang terus menerus berkelanjutan yang membuat suasana di dalam lingkungan kerja menjadi tidak kondusif, turunnya semangat kerja diantaranya penurunan tingkat kehadiran dan banyaknya karyawan cendrung masuk kerja tidak tepat pada waktunya. Untuk itu Universitas Jabal Ghafur berusaha untuk mengatasi tingkat stres kerja karyawan serta meminimalisir konflik-konflik yang dianggap merugikan universitas.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas,  penulis tertarik menelaah secara lebih mendalam, stress kerja dan konflik kerja yang berdampak pada semangat kerja karyawan.
Maka penulis mengambil judul : Pengaruh Stres Kerja Dan Konflik Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan di Lingkungan Universitas Jabal Ghafur.

Perumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
  1. Adakah pengaruh stres kerja dan konflik kerja terhadap semangat kerja karyawan di Lingkungan Universitas Jabal Ghafur ?
  2. Seberapa besarkah pengaruh stres kerja dan konflik kerja terhadap semangat kerja karyawan di Lingkungan Universitas Jabal Ghafur ?
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis:
  1. Untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan konflik kerja terhadap semangat kerja karyawan di Lingkungan Universitas Jabal Ghafur.
  2. Untuk mengetahui Besarnya pengaruh stres kerja dan konflik kerja terhadap semangat kerja karyawan di Lingkungan Universitas jabal Ghafur 
Kegunaan penelitian
  1. Bagi Penulis: Menambah wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana cara mengantisipasi permasalahan stres kerja dan konflik kerja yang berdampak pada semangat kerja karyawan. Dengan bekal ilmu yang di peroleh selama kuliah dan diterapkan kedalam aplikasi di lapangan dalam penelitian ini.
  2. Bagi Perusahaan: Melalui penelitian ini penulis berharap dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi pengembangan perusahaan untuk sekarang dan dimasa yang akan datang.
  3. Bagi Akademik: Penelitian ini diharapkan menjadi sumber pengetahuan dan bahan kepustakaan serta sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya yang lebih luas dan mendalam.