Home » » Pengertian Kebutuhan Sosial Lengkap

Pengertian Kebutuhan Sosial Lengkap

Pengertian Kebutuhan Sosial Lengkap

Pengertian Kebutuhan Sosial Lengkap

Pengertian Kebutuhan Sosial

Kebutuhan sosial merupakan kebutuhan akan saling berinteraksi antara manusia yg satu dengan manusia lainnya dalam kehidupan bermasyarakat. Masyarkat tidak dapat dipisahkan dengan manusia, karena hanya manusia saja yg dapat hidup bermasyarakat yaitu hidup bersama-sama dengan manusia lain dan saling memandang sebagai penanggung jawab hak dan kewajiban. Sebaliknya manusia juga tidak dapat dipisahkan dari masyarakat sebab seorang manusia tidak akan dapat melakukan segala aktivitansnya dengan sendiri tanpa adanya masyarakat.

Dalam suatu kebutuhan sosial terdapat suatu sistem sosial yg merupakan alat bantu untuk menjelaskan kelompok-kelompok sosial. Alat bantu ini bertitik tolak dari pandangan bahwa kelompok-kelompok manusia merupakan suatu sistem yg saling berkaitan satu sama lain.
Dalam pemenuhan kebutuhannya, manusia tidak hanya berpikir dan mencetuskan ide-ide. Manusia juga tidak hanya berharap dan mencita-citakan sesuatu yg baik. Manusia pun berusaha mewujudkan apa yg dipikirkan dan dicita-citakannya. Untuk itu manusia harus malakukan berbagai aktivitas, dan manusia tidak melakukan aktivitas-aktivitas tersebut secara individual melainkan secara sosial. Hanya melalui kerja sama dengan orang lain, manusia berhasil mewujudkan cita-cita individual dan itu termasuk dalam kebutuhan sosial.

Hubungan Kebutuhan Sosial Manusia

Dalam memenuhi hasratnya dalam bersosialisasi, manusia hubungan-hubungan yg harus terpenuhi dalam hidupnya, hubungan-hubungan tersebut meliputi :

1. Hubungan Kebutuhan Sosial Manusia dengan Pandangan Hidup
Setiap masyarakat-bangsa mempunyai pandangan hidup. Umumnya pandangan hidup menygkut eksistensi manusia di dunia dalam hubungannya dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan alam dunia, itu sangat tergantung dari pengalaman-pengalaman konkret yg diperolehnya ketika ia berhadapan dengan realita-realita tersebut. Pada dasarnya, apa yg disenut pandangan hidup itu berkaitan erat dengan sikap manusia terhadap Tuhannya, terhadap sesamanya, serta terhadap alam dunia yg melingkunginya.

Namun perlu juga diperhatikan bahwa hubungan antara pandangan hidup dengan perilaku ataupun tindakan manusia tidaklah bersifat searah, melainkan bersifat timbal-balik. Tidak hanya pandangan hidup yg mempengaruhi tindakan manusia, sebaliknya tindakan manusia pun paa gilirannya akan kembali mempengaruhi pandangan hidupnya.

2. Hubungan Kebutuhan Sosial Manusia dengan Seni
Seni merupakan suatu nilai hakiki yg tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sejak muncul dalam waktu, manusia telah menampilkan diri sebagai seorang artis. Dan seluruh sejarah kebudayan manusia dalam pemenuhan kebutuhan sosialnya pun ditandai denga gerak dinamika jiwa seni manusia sebagaimana terungkap dalam berbagai ragam karya seni.

Memang pada kenyataannya manusia juga tergantung pada alam. Segala sesuatu yg dimilikinya, sperti makanan, alat atau sarana penerangan, pakaian, peralatan, dan sarana transportasi yg dipergunakan memang berasal dari alam. Namun demikian kebutuhan sosial manusia bukanlah akibat mutlak dari determinisme (ketentuan) alam. Kebutuhan sosial manusia merupakan suatu kreasi gemilang berdasarkan daya-daya rohaninya, berdasarkan kekuatan-kekuatan aktif-kreatif yg dimilikinya, dan terus-menerus diasahnya.

Dunia seni merupakan dunia kita bersama, hidup dan matinya merupakan tanggung jawab kita sebagai manusia. Manusia dan seni tidak dapat dipisahkan sebab seni merupakan salah satu wujud pemenuhan kebutuhan sosial manusia akan perwujudan dari kreativitasnya.

3. Hubungan Kebutuhan Sosial Manusia dengan Keindahan
Kehidupan manusia dari zaman ke zaman tidak dapat dipisahkan dari keindahan. Eksistensi manusia di dunia memang diliputi oleh keindahan. Manusia tidajk hanya menjadi penerima pasif keindahan alam. Dia sendiri pun mencirtakan keindahan bagi kehidupannya. Hidup terasa lebih bermakna apabila dihiasi dengan karya-karya seni manusia. tanpa keindahan hidup teras hampa dan tidak berarti apa-apa.

4. Hubungan Kebutuhan Sosial Manusia dengan Cinta
Kekuatan yg menyatukan manusia, dan memungkinkan manusia membangun kehidupan bersama merupakan cinta. Relasi antar manusia tak akan berarti jika tidak didasarkan atas cinta. Untuk mencapai kebersamaan yg ideal, diperlukan keterbukaan dan kesedian setiap manusia untuk membangun relasi antar pribadi yg bersifat kreatif. Maka dasar cinta merupakan menghormati eksistensi dan hidup sesame manusia.
Manusia membutuhkan cinta seperti halnya ia membutuhkan makanan dan minuman. Karena itu apa yg disebut cinta itu harus terus menerus diupayakan terwujud agar manusia tidak kekurangan “gizi” rohani. Di dalam cinta terjadi pula perjumpaan antara manusia yg satu dengan manusia lainnya dan menyebabkan manusia terus menerus bertumbuh, berkembang menjadi manusia sejati.

5. Hubungan Kebutuhan Sosial Manusia dengan Tanggung Jawab
Manusia merupakan makhluk individual-sosial. Sebagai individu setiap manusia merupakan unik, khas, dan tidak memiliki persamaan dengan individu lain. Setiap individu lahir dengan martabat yg luhur, dan dengan hak-hak asasi sekaligus kewajiban-kewajiban asasi yg harus dihormati serta dijunjung tinggi oleh siapa pun. Namun sebagai individu manusia justru memiliki keterbatasan yg tidak dapat diatasinya sendiri. Keterbatasan ini tampak paling kentara dari segi jasmaniahnya. Untuk membatasi keterbatasannya ini manusia butuh kehadiran dan peranan orang lain. Kebaikkan dan kebahagiaan hanya dapat diraih apabila seorang manusia hidup dengan manusia lain.

Lantas apa hubungannya dengan tanggung jawab ? Justru karena manusia ingin menjadi baik dan memperoleh kebahagiaan, maka dia pun harus hidup secara bertanggung jawab. Tanggung jawabnya ialah bahwa dia harus mengarahkan hidupnya sedemikian rupa sehingga senantiasa terarah kepada kebaikkan. Dalam rangka itu pula dia harus bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan sesamanya, dengan tujuan membangun kehidupan bersama yg lestari dan langgeng.

6. Hubungan Kebutuhan Sosial Manusia dengan Keadilan
Keadilan merupakan salah satu prinsip moral dasar bagi kehidupan manusia. Jika prinsip ini dilaksanakan, manusia akan mampu membangun corak kehidupan bersama yg memungkinkan setiap pribadi bertumbuh dan berkembang sesuai dengan tuntutan dasar kodrat kemanusaiaannya, yakni menjadi manusia yg utuh. Penerapan prinsip ini akan memungkinkan terealisasikannya kesejahteraan sosial yg merupakan tujuan utama dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan kata lain, penerapan prinsip keadilan akan memungkinkan terciptanya stabilitas sosial yg merupakan syarat dasar bagi pengembangan diri manusia dan masyarakat.