Home » » Pengertian konflik Kerja Menurut Para Ahli

Pengertian konflik Kerja Menurut Para Ahli

Pengertian konflik Kerja Menurut Para Ahli

Pengertian konflik Kerja Menurut Para Ahli

Pengertian konflik Kerja 

Pada dasarnya konflik bermula pada saat satu pihak dibuat tidak senang oleh pihak lain mengenai suatu hal yang oleh pihak lain, mengenai suatu hal yang pihak pertama dianggap penting. konflik diperusahaan terjadi dalam berbagai bentuk dan corak, yang merintangi hubungan individu dengan kelompok. Adanya perbedaan pandangan diantara setiap orang berpotensi menyebabkan terjadinya pergesekan,sakit hati dan lain-lain.

Stephen P.Robbin, mengemukakan bahwa Konflik adalah adanya konsep oposisi, keterbatasan sumber daya dan hambatan, serta asumsi ketidaksesuaian kepentingan dan tujuan antara dua kelompok atau lebih.

Malayu Hasibuan (2010:199), mengemukakan bahwa Konflik adalah persaingan yang kurang sehat berdasarkan ambisi dan sikap emosional dalam memperoleh kemenangan”.

Veithzal Rivai mengemukakan bahwa Konflik adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok (dalam suatu organisasi/perusahaan) yang harus membagi sumber daya yang terbatas atau kegiatan-kegiatan kerja dan atau karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai atau persepsi.

Winardi (2004:384) Mengemuka¬kan bahwa Konflik adalah sesuatu situasi, di mana terdapat adanya tujuan-tujuan, kognisi-kognisi, atau emosi-emisi yang tidak sesuai satu sama lain, pada diri individu-individu atau antara individu-individu yang kemudian menyebabkan timbulnya penentangan atau interaksi yang bersifat antagonistik.

Soetopo (2012:267) Mengemukakan bahwa Konflik adalah relasi-relasi phiskologis yang antagonis, berkaitan dengan tujuan-tujuan yang tidak bisa disesuaikan, interes-interes eksklusif yang tidak bisa dipertemukan, sikap-sikap emosional yang bermusuhan, dan struktur-struktur nilai yang berbeda.

Berdasarkan pengertian para ahli dapat disimpulkan bahwa konflik kerja adalah ketidaksesuaian antara dua orang atau lebih di  dalam perusahaan karena adanya perbedaan pendapat, nilai-nilai, tujuan, serta kompetisi untuk memperebutkan posisi dan kekuasaan menurut sudut pandang masing-masing untuk mencapai tujuan organisasi.

Bentuk Dan Jenis-Jenis Konflik Kerja 

Bentuk-bentuk konflik  dalam batasan pengaruhnya terhadap perusahaan (Veithzal Rivai ,2004:509) diantaranya:
  1. Konflik fungsional.
  2. Konflik disfungsional.
  3. Konflik dan kinerja perusahaan.
Sedangkan beberapa jenis konflik kerja yang bisa terjadi dalam suatu perusahaan(Veithzal Rivai ,2004:509-510)  di antaranya yaitu:
  1. Konflik dalam diri seseorang.
  2. Konflik antar-individu.
  3. Konflik antar-anggota kelompok.
  4. Konflik antar-kelompok.
  5. Konflik intra-perusahaan.
  6. Konflik antar-perusahaan.

Kerugian Dan Manfaat Konflik Kerja

Manfaat yang dapat di peroleh dari konflik kerja yang terjadi dalam perusahaan (Soetopo, 2012:273) antara lain :
  1. Memungkinkan ketidakpuasan dalam organisasi yang tersembunyi muncul di permukaan, sehingga organisasi dapat mengadakan penyesuaian untuk mengatasinya. 
  2. Memungkinkan timbulnya norma-norma baru untuk menyempurnakan norma lama.
  3. Dapat mengukur struktur kekuasaan yang ada pada organisasi.
  4. Memperkuat ciri kelompok, sehingga kelompok memiliki identitas yang pasti.
  5. Merancang usaha mengatasi stagnasi.
Sedangkan kerugian yang dapat diperoleh dari konflik kerja yang terjadi dalam perusahaan (Hendyat Soetopo, 2012:273) antara lain sebagai berikut:
  1. Menyebabkan timbulnya perasaan “tidak enak” sehingga menghambat komunikasi.
  2. Membawa organisasi kearah disintegrasi.
  3. Menyebabkan ketegangan antarindividu maupun antarkelompok. 
  4. Menghalangi kerja sama di antara individu dan mengganggu saluran informasi.
  5. Memindahkan perhatian anggota organisasi dari tujuan organisasi.

Penyebab Timbulnya Konflik Kerja

Menurut Malayu Hasibuan (2010:199-200) hal-hal yang menyebabkan persaingan dan konflik, antara lain:
  1. Tujuan 
  2. Ego Manusia
  3. Kebutuhan
  4. Perbedaan Pendapat
  5. Salah Paham
  6. Perasaan Dirugikan
  7. Perasaan Sensitif

Indikator-indikator Konflik Kerja

Berdasarkan indikatornya, Robbins yang di alih bahasa oleh Hadyana Pujaatmaka (1996:430) membagi konflik menjadi dua macam, yaitu: konflik fungsional (functional Conflict), yaitu konflik yang mendukung pencapaian  tujuan kelompok dan konflik disfungsional (Dysfunctional Conflict), yaitu konflik yang merintangi pencapaian tujuan kelompok, berikut indikator-indikator konflik fingsional dan konflik disfungsional sebagai berikut :
1. Konflik fungsional
  • Bersaing untuk meraih prestasi.
  • Pergerakan positif menuju tujuan.
  • Merangsang kreatifitas dan inovasi.
  • Dorongan melakukan perubahan.
2. Konflik Disfungsional
  • Mendominasi diskusi.
  • Tidak senang berkerja dalam kelompok.
  • Benturan kepribadian.
  • Perselisihan antar individu.
  • Ketegangan.