Home » » Pengertian Stres Kerja Menurut Para Ahli

Pengertian Stres Kerja Menurut Para Ahli

Pengertian Stres Kerja Menurut Para Ahli

Pengertian Stres Kerja Menurut Para Ahli

Pengertian Stres Kerja

Stres Kerja yaitu suatu tanggapan adapatif, dibatasi oleh perbedaan  individual dan proses psikologis, yaitu konsekuensi dari setiap kegiatan (lingkungan), situasi atau fisik yg berlebihan terhadap seseorang ditempat individu tersebut berada. Stres posotif di sebut eustres sedangkan stress yg berlebihan dan merugikan disebut distress.

Veitzal rivai (2004:516), mengemukakan bahwa stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yg menciptakan adanya ketidak seimbangan fisik dan phisikis, yg mempengaruhi emosi, proses berfikir, dan kondisi seorang karyawan.

Malayu Hasibuan (2007:204), mengemukakan bahwa stress kerja yaitu suatu kondisi ketegangan yg mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi seseorang, orang yg stres menjadi nervous dan merasa kekuatiran kronis.

A.A.Anwar Prabu Mangkunegara ( 2008:157 ), berpendapat bahwa:
Stres kerja yaitu suatu perasaan tertekan yg dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Stres kerja ini tampak dari sindrom, antara lain emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, merokok yg berlebihan, tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat dan mengalami gangguan pencernaan.

Berdasarkan definisi para ahli dapat disimpulkan bahwa stres kerja yaitu suatu kondisi yg menrefleksikan rasa tertekan, tegang, yg mempengaruhi emosi dan proses berfikir seorang karyawan untuk mengerjakan pekerjaannya sehingga menghambat tujuan organisasi.

Faktor-faktor Yg Mempengaruhi Stres Kerja

Menurut A.A. Prabu Mangkunegara (2008:157) berpendapat bahwa penyebab stres kerja antara lain, beban kerja yg dirasakan terlalu berat, waktu kerja yg mendesak, kualitas pengawasan yg rendah, iklim kerja yg tidak sehat, otoritas kerja yg tidak memadai yg berhubungan dengan tanggung jawab, konflik kerja, perbedaan antar karyawan dan pimpinan yg frustasi dalam kerja.
T.Hani Handoko (2001:201) mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah kondisi kerja yg sering menyebabkan stres bagi karyawan, diantaranya adalah :
  • Beban  kerja yg berlebihan.
  • ekanan atau desakan waktu.
  • Kualitas supervise yg jelek.
  • Iklim politis yg tidak aman.
  • Umpan balik tentang pelaksanaan kerja yg tidak memadai.
  • Wewenang yg tidak mencukupi untuk melaksanakan tanggung jawab.
  • Kemenduaan peranan (role ambiguity).
  • Frustasi.
  • Konflik antar pribadi dan antar kelompok.
  • Perbedaan antara nilai-nilai perusahaan dan karyawan.
  • Berbagai bentuk perubahan.        

Indikator-indikator stress Kerja

Indikator-indikator stress kerja menurut Stephen P.Robbins yg dialih bahasa oleh Hadyana Pujatmaka, (2008:375), bahwa di bagi dalam tiga aspek yaitu:
1. Indikator pada psikologis, meliputi :
  • Cepat tersinggung
  • Tidak komunikatif.
  • Banyak melamun.
  • Lelah mental.
2. Indikator pada fisik, meliputi :
  • Meningkatnya detak jantung dan tekanan darah.
  • Mudah lelah secara fisik.
  • Pusing kepala.
  • Problem tidur (kebanyakan atau kekurangan tidur).
3 Indikator pada perilaku, yaitu :
  • Merokok Berlebihan.
  • Menunda atau menghindari pekerjaan.
  • Perilaku sabotase.
  • Perilaku makan yg tidak normal (kebanyakan atau kekurangan