Home » » Ulasan Tentang Efektivitas Menurut Para Ahli

Ulasan Tentang Efektivitas Menurut Para Ahli

Ulasan Tentang Efektivitas Menurut Para Ahli

Ulasan Tentang Efektivitas Menurut Para Ahli

Efektivitas 

Efektifitas menurut Gibson (2009:89) merupakan pencapaian sasaran yg telah disepakati atas usaha bersama. Konsep tersebut didasarkan pada pendekatan tujuan, yg bertujuan untuk menentukan dan mengevaluasi. Efektifitas didasarkan pada gagasan bahwa organisasi diciptakan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Pengertian yg dikemukakan oleh Gibson, menekankan pada tingkat pencapaian tujuan, sehingga untuk mengukur tingkat efektifitas organisasi dapat diukur dari tingkat sejauh mana organisasi berhasil mencapai tujuannya.

Sementara itu Handayaningrat (2008:92) mengemukakan bahwa: Efektifitas merupakan pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yg telah ditentukan sebelumnya. Sehingga apabila tujuan atau sasarannya tidak tercapai sesuai dengan waktu yg telah ditentukan maka pelaksanaan pekerjaan itu tidak efektif dan begitu pula sebaliknya.

Steers (2005:87) mengemukakan bahwa: “Efektivitas merupakan jangkauan usaha suatu program sebagai suatu sistem dengan sumber daya dan sarana tertentu untuk memenuhi tujuan dan sasarannya tanpa melumpuhkan cara dan sumber daya itu serta tanpa memberi tekanan yg tidak wajar terhadap pelaksanaannya”.

Adapun Martoyo (2008:4) memberikan definisi sebagai berikut: “Efektivitas dapat pula diartikan sebagai suatu kondisi atau keadaan, dimana dalam memilih tujuan yg hendak dicapai dan sarana yg digunakan, serta kemampuan yg dimiliki merupakan tepat, sehingga tujuan yg diinginkan dapat dicapai dengan hasil yg memuaskan”.

Dari beberapa pendapat di atas mengenai efektivitas, dipahami bahwa efektivitas dalam proses suatu program yg tidak dapat mengabaikan target sasaran yg telah ditetapkan agar operasionalisasi untuk mencapai keberhasilan dari program yg dilaksaksanakan dapat tercapai dengan tetap memperhatikan segi kualitas yg diinginkan oleh program. Pengertian efektivitas secara umum menunjukkan sampai seberapa jauh tercapainya suatu tujuan yg terlebih dahulu ditentukan.

Hal tersebut sesuai dengan pengertian efektivitas menurut Hidayat (2006:25) yg menjelaskan bahwa: “Efektivitas merupakan suatu ukuran yg menyatakan seberapa jauh target (kuantitas,kualitas dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar persentase target yg dicapai, makin tinggi efektivitasnya”.

Emitai Etzioni (2007:54) mengemukakan bahwa “Efektivitas organisasi dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha untuk mencapai tujuan atau sasaran.” Adapun Komaruddin (2004:294) juga mengungkapkan bahwa “Efektivitas merupakan suatu keadaan yg menunjukan tingkat keberhasilan kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan yg telah ditetapkan terlebih dahulu.”

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat diketahui bahwa efektivitas merupakan suatu konsep yg sangat penting karena mampu memberikan gambaran mengenai keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai sasarannya atau dapat dikatakan bahwa efektivitas merupakan tingkat ketercapaian tujuan dari aktivasi-aktivasi yg telah dilaksanakan dibandingkan dengan target yg telah ditetapkan sebelumnya.

Menurut Martani dan Lubis (2007:55), ada tiga pendekatan dalam mengukur efektivitas organisasi, yaitu:

  • Pendekatan sumber (resource approach) yakni mengukur efektivitas dari input. Pendekatan mengutamakan adanya keberhasilan organisasi untuk memperoleh sumber daya, baik fisik maupun non fisik yg sesuai dengan kebutuhan organisasi. 
  • Pendekatan proses (process approach) merupakan untuk melihat sejauh mana efektivitas pelaksanaan program dari semua kegiatan proses internal atau mekanisme organisasi. 
  • Pendekatan sasaran (goals approach) dimana pusat perhatian pada output, mengukur keberhasilan organisasi untuk mencapai hasil (output) yg sesuai dengan rencana. Steers mengemukakan bahwa efektivitas bersifat abstrak, oleh karena itu hendaknya efektivitas tidak dipandang sebagai keadaan akhir akan tetapi merupakan proses yg berkesinambungan dan perlu dipahami bahwa komponen dalam suatu program saling berhubungan satu sama lain dan bagaimana berbagai komponen ini memperbesar kemungkinan berhasilnya program.