Home » » Ulasan Tentang Pengertian Pengawasan Menurut Para Ahli

Ulasan Tentang Pengertian Pengawasan Menurut Para Ahli

Ulasan Tentang Pengertian Pengawasan Menurut Para Ahli

Ulasan Tentang Pengertian Pengawasan Menurut Para Ahli

Pengertian Pengawasan

Ternyata ilmu pengawasan ini tidak hanya untuk mengawasi kinerja orang lain, tetapi juga kinerja dari aktifitas yg kita lakukan. Sehingga kita akan mudah dalam perbaikan, metode pelaksanaan aktifitas tersebut jika sudah diketahui bagian mana saja yg kurang maksimal. Metode dari ilmu Pengawasan sudah pasti penting untuk dipelajari siapa saja. Terry (2007:26) mengemukakan bahwa “Controling can be defined as theprocess of determining what is to be accomplished, that is, the standard, what is  being accomplished, that is the performance ; evaluating the performance and ifnecessary appliying corrective measures so that performance takes placeaccording to plants, that is, in confermity with the standard”. (Pengontrolan dapat didefinisikan sebagai theprocess menentukan apa yg akan dicapai, yaitu, standar, apa yg sedang dicapai, yaitu kinerja; mengevaluasi kinerja dan jika perlu menerapkan langkah-langkah perbaikan sehingga kinerja yg terjadi menurut tanaman, yaitu, di confermity dengan standar).

Definisi tersebut mengandung pengertian bahwa, pengawasan adalah suatu proses penentuan apa yg dicapai yaitu standar, apa yg sedang dihasilkan yaitu pelaksanaan. Menilai pelaksanaan dan bilamana perlu mengambil tindakan korektif sehingga pelaksanaan dapat berjalan menurut rencana yaitu sesuai dengan standar.

Sedangkan Siagian (2008:97) mengartikan bahwa pengawasan sebagai proses pengamatan dari pada pelaksanaan seluruh kegiatan untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yg sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yg telah ditentukan.

Robbin (2009:150) menyatakan pengawasan itu merupakan suatu proses aktivitas yg sangat mendasar, sehingga membutuhkan seorang manajer untuk menjalankan tugas dan pekerjaan organisasi.

Kertonegoro (2008:163) menyatakan pengawasan itu adalah proses melaui manajer berusaha memperoleh kayakinan bahwa kegiatan yg dilakukan sesuai dengan perencanaannya.

Sujamto (2011:17) menyatakan Pengawasan adalah untuk menentukan apa yg telah dicapai, mengadakan evaluasi atasannya, dan mengambil tindakan-tidakan korektif bila diperlukan untuk menjamin agar hasilnya sesuai dengan rencana.

Winardi (2010:224) mengatakan bahwa pengawasan tidak hanya melihat sesuatu dengan seksama dan melaporkan hasil kegiatan mengawasi, tetapi juga mengandung arti memperbaiki dan meluruskannya sehingga mencapai tujuan yg sesuai dengan apa yg direncanakan.

Lebih lanjut Winardi (2010:226) mengatakan bahwa pada pokoknya pengawasan adalah keseluruhan daripada kegiatan yg membandingkan atau mengukur apa yg sedang atau sudah dilaksanakan dengan kriteria, norma-norma, standar atau rencana-rencana yg telah ditetapkan sebelumnya.

Jadi pengawasan adalah sebagai suatu usaha sistematis oleh manajemen untuk membandingkan kinerja standar, rencana, atau tujuan yg telah ditentukan terlebih dahulu untuk menentukan apakah kinerja sejalan dengan standar tersebut dan untuk mengambil tindakan penyembuhan yg diperlukan untuk melihat bahwa sumber daya manusia digunakan dengan seefektif dan seefisien mungkin didalam mencapai tujuan.

Fungsi Pengawasan

Fungsi pengawasan seringkali salah diartikan oleh berbagai kalangan, seharusnya pengawasan ialah suatu proses untuk menegaskan bahwa seluruh aktifitas yg terselenggara telah sesuai dengan apa yg sudah direncanakan sebelumnya. Menurut Ernie dan Saefulah (2007: 12), fungsi pengawasan adalah sebagai berikut :
  • Mengevaluasi keberhasilan dan pencapaian tujuan serta target sesuai dengan indicator yg di tetapkan.
  • Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yg mungkin ditemukan.
  • Melakukan berbagai alternatife solusi atas berbagai masalah yg terkait dengan pencapaian tujuan perusahaan.

Sedangkan menurut Maringan (2009: 62), fungsi pengawasan adalah sebagai berikut :
  • Mempertebal rasa tanggung jawab terhadap pejabat yg diserahi tugas dan wewenang dalam melaksanakan pekerjaan.
  • Mendidik para pejabat agar mereka melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur yg telah ditentukan.
  • Untuk mencegah terjadinya penyimpangan, penyelewengan, kelalaian, dan kelemahan agar tidak terjadi kerugian yg tidak diinginkan