Home » » Ulasan Tentang Pengertian Pengendalian Menurut Para Ahli

Ulasan Tentang Pengertian Pengendalian Menurut Para Ahli

Ulasan Tentang Pengertian Pengendalian Menurut Para Ahli

Ulasan Tentang Pengertian Pengendalian Menurut Para Ahli

Pengertian Pengendalian 

Pengendalian merupakan salah satu bagian dari manajemen. Pengendalian dilakukan dengan tujuan supaya apa yg sudah direncanakan bisa dilaksanakan dengan baik sehingga bisa mencapai target maupun tujuan yg ingin dicapai. Pengendalian memang merupakan salah satu tugas dari manager. Satu hal yg harus dipahami, bahwa pengendalian dan pengawasan merupakan berbeda karena pengawasan merupakan bagian dari pengendalian. Bila pengendalian dilakkan dengan disertai pelurusan (tindakan korektif), maka pengawasan merupakan pemeriksaan di lapangan yg dilakukan pada periode tertentu secara berulang kali.

Menurut Mulyadi (2007:89) Pengendalian merupakan usaha untuk mencapai tujuan tertentu melalui perilaku yg diharapkan. Sedangkan menurut Indra Bastian (2006:70) pengendalian merupakan tahap penentu keberhasilan manajemen.

Dessler dan Dharma (2009.:62) mengemukakan bahwa pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur yg dikembangkan oleh organisasi untuk menghadapi resiko.

Selanjutnya Hasibuan (2008:39) mendefinisikan pengendalian merupakan suatu proses penjaminan di mana perusahaan dan orang - orang yg berada dalam perusahaan tersebut bisa mencapai tujuan yg sudah ditetapkan.

Menurut Harahap (2011:89) Pengendalian merupakan suatu tindakan pengawasan yg disertai tindakan pelurusan (korektif).

Sedangkan menurut Mathis dan Jackson. (2008:89) Pengendalian merupakan emmantau kemajuan dari organisasi atau unit kerja terhadap tujuan - tujuan dan kemudian mengambil tindakan - tindakan perbaikan jika diperlukan.

Berdasarkan uraian diatas bisa di tarik kesimpulan bahwa pengendalian merupakan pemantauan, pemeriksaan dan evaluasi yg dilakukan oleh atasan atau pimpinan dalam organisasi terhadap komponen organisasi dan sumber-sumber yg ada untuk mencapai tujuan yg sudah ditetapkan sebelumya, secara terus menerus dan berkesinambungan agar semua bisa berfungsi secara maksimal sehingga tujuan organisasi bisa tercapai secara efektif dan efisien.

Asas-Asas Pengendalian

Pengendalian dilakukan dengan tujuan supaya apa yg sudah direncanakan bisa dilaksanakan dengan baik sehingga bisa mencapai target maupun tujuan yg ingin dicapai. Pengendalian memang merupakan salah satu tugas dari manager. Satu hal yg harus dipahami, bahwa pengendalian dan pengawasan merupakan berbeda karena pengawasan merupakan bagian dari pengendalian. Bila pengendalian dilakkan dengan disertai pelurusan (tindakan korektif), maka pengawasan merupakan pemeriksaan di lapangan yg dilakukan pada periode tertentu secara berulang kali.

Harold Koontz dan Cyril O’Donnel (2007:89) menetapkan asas pengawasan sebagai berikut :

  • Asas tercapainya tujuan (Principle of assurance of objective), pengawasan harus ditujukan kearah tercapainya tujuan, yaitu dengan mengadakan perbaikan (koreks) untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan/deviasi dari perencanaan.
  • Asas efisiensi pengawasan (principle of efficiency of control). Pengawasan itu efisien bila bisa menghindari deviasi-deviasi dari perencanaan, sehingga tidak menimbulkan hal-hal lain yg diluar dugaan.
  • Asas tanggung jawab pengawasan (principle of control responsibility). Pengawasan hanya bisa dilaksanakan apabila manager bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan rencana.
  • Asas pengawasan terhadap masa depan (principle of future control). Pengawasan yg efektif harus ditujukan kearah pencegahan penyimpangan perencanaan yg akan terjadi baik pada waktu sekarang maupun masa yg akan datang.
  • Asas pengawasan langsung (principle of direct control). Teknik kontrol yg paling efektif ialah mengusahakan adanya manager bawahan yg berkualitas baik. Pengawasan itu dilakukan oleh manager atas dasar bahwa manusia itu sering berbuat salah .Cara yg paling tepat untuk menjamin adanya pelaksanaan yg sesuai dengan perencanaan ialah mengusahakan sebisa mungkin para petugas memiliki kualitas yg baik.
  • Asas refleks perencanaan (principle of replection of plane). Pengawasan harus disusun dengan baik, sehingga bisa mencerminkan karakter dan susunan perencanaan.
  • Asas penyesuaian dengan organisasi (principle of organizational suitability). Pengawasan harus dilakukan sesuai dengan struktur organisasi. Manager dan bawahannya merupakan sarana untuk melaksanakan rencana. Dengan demikian pengawasan yg efektif harus disesuaikan dengan besarnya wewenang manager, sehingga mencerminkan struktur organisasi.
  • Asas pengawasan individual (principle of individuality of control). Pengawasan harus sesuai dengan kebutuhan manager. Teknik kontrol harus ditunjukan terhadap kebutuhan-kebutuhan akan informasi setiap manager. Ruang lingkup informasi yg dibutuhkan itu berbeda satu sama lain, tergantung pada tingkat dan tugas manager.
  • Asas standar (principle of standard). Control yg efektif dan efisien memerlukan standar yg tepat, yg akan dipergunakan sebagai tolak ukur pelaksanaan dan tujuan yg tercapai.
  • Efektif dan efisien Asas pengawasan terhadap strategis (principle of strategic point control). Pengawasan yg memerlukan adanya perhatian yg ditujukan terhadap faktor-faktor yg strategis dalam perusahaan.
  • Asas pengecualian (the exception principle). Efisien dalam control membutuhkan adanya perhatian yg ditujukan terhadapfaktor kekecualian. Kekecualian ini bisa terjadi dalam keadaan tertentu ketika situasi berubah/atau tidak sama.
  • Asas pengawasan fleksibel (principle of flexibility of control). Pengawasan harus luwes untuk menghindarkan kegagalan pelaksanaan rencana. 
  • Asas peninjauan kembali (principle of review). Sistem kontrol harus ditinjau berkali-kali agar sistem yg digunakan berguna untuk mencapai tujuan.
  • Asas tindakan (principle of action). Pengawasan bisa dilakukan apabila ada ukuran-ukuran untuk mengoreksi penyimpangan-penyimpangan rencana, organisasi, staffing dan directing.