Home » » Cara Mengurus KTP yang Hilang

Cara Mengurus KTP yang Hilang

Cara Mengurus KTP yang Hilang

Satu hal yang mungkin paling kita hindari adalah kehilangan berkas berharga, misalnya KTP. Apapun alasannya, ketika KTP hilang pasti membuat cemas, mengingat KTP berisi informasi dan fungsi yang penting.

Sebagai kartu identitas jati diri warga negara Indonesia, KTP berisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang memuat kode keamanan dan rekaman elektronik sebagai alat verifikasi dan validasi data diri penduduk. Ketika hilang, satu hal yang harus dilakukan adalah mengurusnya agar KTP bisa kembali ada di tangan.

Memang kita terkadang dihadapkan dengan rasa malas untuk mengurus KTP hilang karena persyaratan dan prosedurnya yang ribet padahal kehadirannya dibutuhkan. Nah, walaupun demikian, jangan sampai malas untuk mengurusnya KTP yang hilang.

Tenang saja, payung hukum mengurus KTP hilang sudah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

*Cara mengurus surat kehilangan KTP

Datanglah ke bagian pengaduan dan pelayanan masyarakat di Kantor Kepolisian setempat.
Jangan lupa bawa berkas persyaratan berupa salinan KTP (opsional), atau sebutkan Nomor Induk Kependudukan.
Kita akan diminta menjelaskan tujuan pelaporan dengan menceritakan kronologis kejadian hilangnya KTP serta menyebutkan identitas diri seperti nama lengkap, alamat, jenis pelaporan, dan lain sebagainya.
Setelah itu surat bisa kita dapatkan. Ingat kalau pembuatan surat kehilangan tidak dipungut biaya. Masa berlaku surat ini adalah 14 hari sejak diterbitkan.

*Persyaratan mengurus KTP hilang sangat mudah, yaitu:

Salinan Kartu Keluarga (KK), siapkan beberapa salinan untuk jaga-jaga.
Pas foto 3×4 dan 4×6 masing-masing dua lembar. Persyaratan ini bersifat opsional di beberapa kantor pelayanan. Foto ini biasanya dipakai untuk keperluan administrasi.
Surat kehilangan dari kepolisian.
Kini kita tidak perlu lagi meminta surat pengantar dari RT/RW setempat karena berdasarkan Perpres Nomor 96 Tahun 2018, membuat KTP tidak lagi mensyaratkan surat pengantar RT/RW, kelurahan ataupun kecamatan. Wah, jadi makin mudah sekarang, ya! Jadi, agar lancar saat mengurus, kita harus lengkapi seluruh persyaratannya saja.

Setelah semua persyaratan di atas terpenuhi, selanjutnya kita bisa langsung ke instansi terkait, yaitu kantor kelurahan setempat, kantor kecamatan, dan kantor Disdukcapil. Untuk menghemat waktu, sebenarnya kita bisa langsung datang ke kantor kecamatan atau kantor Disdukcapil agar lebih cepat, kita juga bisa langsung merasakan dan melihat prosesnya. Ikuti prosedur ini:

Datangi kantor kecamatan atau kantor Disdukcapil setempat.
Masuklah ke bagian pelayanan perekaman KTP.
Siapkan berkas-berkasnya, bisa dijadikan dalam satu map agar tidak tercecer.
Isilah formulir kehilangan KTP.
Berikan berkas dan formulir ke petugas.
Tunggulah sampai KTP baru jadi.
KTP akan jadi dalam waktu kurang lebih satu jam, namun demikian, cepat lamanya tergantung dari beberapa faktor, salah satunya yaitu kendala jaringan atau sarana prasarana yang menghambat proses pembuatan KTP. Jika hal itu terjadi, kita bisa menunggunya sampai beberapa hari. Tak usah khawatir karena petugas akan menghubungi jika KTP kita sudah bisa diambil.

Tarif Mengurus KTP Hilang
Perlu diingat bahwa sejak 1 Januari 2014, pembuatan KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, dan akta kematian tidak dikenakan biaya alias gratis! Nyatanya pula terdapat ancaman hukuman pidana dua tahun penjara atau denda seberat-beratnya Rp25 Juta terhadap siapa pun oknum yang memungut biaya dalam pembuatannya.

Pada pratiknya, kita pun bisa bersama-sama mengawasi dengan melakukan pengaduan ke call center Dukcapil Kemendagri (hotline: 1500537, WA: 08118005373, SMS: 08118005373, surel dukcapil@gmail.com, www.lapor.go.id, dan www.sapa.kemendagri.go.id.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.